Jadwal Perayaan Cap Go Meh 2026 di Indonesia Kapan? Catat Tanggal dan Rangkaian Tradisinya

Minggu 01 Feb 2026, 11:52 WIB
Perayaan Cap Go Meh (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Perayaan Cap Go Meh (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

POSKOTA.CO.ID - Perayaan Cap Go Meh selalu menjadi penutup yang dinantikan dalam rangkaian Tahun Baru Imlek.

Tradisi yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Tionghoa ini tidak hanya sarat makna religius, tetapi juga merefleksikan kekayaan budaya dan keberagaman Indonesia.

Setiap tahunnya, Cap Go Meh dirayakan dengan semarak di berbagai daerah, mulai dari kota-kota besar hingga wilayah dengan komunitas Tionghoa yang telah hidup berdampingan secara turun-temurun dengan budaya lokal.

Pawai budaya, atraksi barongsai, hingga ritual doa di klenteng menjadi pemandangan yang kerap mewarnai perayaan tersebut.

Di Indonesia, Cap Go Meh tidak dirayakan secara seragam. Setiap daerah memiliki ciri khas perayaan yang dipengaruhi oleh sejarah, budaya lokal, serta proses akulturasi yang panjang.

Lantas, Cap Go Meh 2026 jatuh pada tanggal berapa? Bagaimana makna dan tradisi yang menyertainya di Indonesia? Berikut ulasan lengkapnya.

Baca Juga: Sosok Anak dan Suami Friderica Widyasari Dewi Siapa? Ini Profil Keluarga yang Jadi Sorotan Usai Resmi Rangkap Jabatan di OJK

Apa Itu Cap Go Meh?

Secara etimologi, istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien. Kata “Cap” berarti sepuluh, “Go” berarti lima, dan “Meh” berarti malam.

Dengan demikian, Cap Go Meh secara harfiah dimaknai sebagai “malam kelima belas”.

Dalam tradisi penanggalan Tionghoa, Cap Go Meh merujuk pada malam ke-15 setelah Tahun Baru Imlek, yang bertepatan dengan bulan purnama pertama di tahun yang baru.

Di negara-negara seperti Tiongkok dan Taiwan, perayaan ini lebih dikenal dengan sebutan Festival Lampion atau Yuan Xiao Jie.

Jika Imlek identik dengan momen berkumpul bersama keluarga inti di rumah, maka Cap Go Meh justru menjadi perayaan yang bersifat komunal.

Masyarakat turun ke ruang publik untuk merayakan kebersamaan melalui pesta rakyat, pawai, dan pertunjukan budaya.

Kapan Jadwal Perayaan Cap Go Meh 2026?

Berdasarkan kalender Lunar atau penanggalan bulan, Cap Go Meh selalu dirayakan pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek.

Perayaan ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian Imlek yang berlangsung selama kurang lebih dua pekan.

Jika hari pertama Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari 2026, maka perayaan Cap Go Meh akan berlangsung pada 3 Maret 2026.

Tanggal tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Tionghoa untuk menutup rangkaian perayaan dengan penuh suka cita.

Secara kultural, Cap Go Meh juga dimaknai sebagai simbol harapan, keberuntungan, dan doa agar kehidupan di tahun yang baru berjalan lebih baik.

Baca Juga: Grayce Tan Siapa dan Lulusan Mana? Geger Terseret Dugaan Perselingkuhan dengan CEO PropertyLimBrothers Melvin Lim

Tradisi Cap Go Meh di Indonesia

Dalam praktiknya, Cap Go Meh dirayakan dengan berbagai atraksi budaya, seperti parade barongsai, tarian naga, arak-arakan patung dewa atau leluhur, hingga ritual doa di klenteng.

Berikut adalah beberapa tradisi Cap Go Meh yang dirayakan di berbagai daerah Indonesia.

1. Pawai Tatung


Singkawang, Kalimantan Barat, dikenal luas sebagai salah satu pusat perayaan Cap Go Meh terbesar di Indonesia.

Ciri khas perayaan di daerah ini adalah Pawai Tatung, yakni ritual budaya yang dipercaya sebagai sarana penolak bala.

Para Tatung yang diyakini dirasuki roh leluhur atau dewa, melakukan berbagai atraksi spiritual dalam arak-arakan yang menarik perhatian ribuan pengunjung.

2. Tradisi Ruwat Bumi


Di Salatiga, Jawa Tengah, Cap Go Meh dirayakan melalui tradisi Ruwat Bumi. Tradisi ini mencerminkan wujud rasa syukur sekaligus doa bersama agar masyarakat dijauhkan dari bencana dan diberi keberkahan.

Ruwat Bumi menjadi contoh kuat akulturasi budaya Tionghoa dengan kearifan lokal Jawa.

3. Arak-arakan Sipasan serta Kio


Di Kota Padang, Sumatera Barat, perayaan Cap Go Meh identik dengan arak-arakan Sipasan dan Kio.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Pemerintah Kota Padang, Sipasan merupakan kendaraan berbentuk menyerupai lipan, sementara Kio adalah tandu atau patung yang melambangkan dewa maupun leluhur.


Arak-arakan Sipasan dan Kio biasanya diikuti oleh masyarakat keturunan Tionghoa dengan diiringi tarian naga dan kesenian tradisional lainnya.

Prosesi ini berlangsung dengan rute beberapa kilometer yang melintasi pusat kota Padang, sekaligus menjadi tontonan budaya yang menarik minat masyarakat luas.

4. Festival Jappa Jokka


Di Makassar, Sulawesi Selatan, puncak perayaan Cap Go Meh dikenal dengan Festival Jappa Jokka.

Mengutip situs resmi PPID Makassar, Jappa Jokka merupakan bentuk karnaval budaya yang digelar sebagai penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek.

Sebelum dikenal dengan nama tersebut, tradisi ini lebih dulu dikenal sebagai Pasar Malam Cap Go Meh dan pertama kali digelar pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

5. Tradisi Ziarah di Palembang


Di Palembang, Sumatera Selatan, perayaan Cap Go Meh kerap diwarnai dengan kegiatan ziarah ke Pulau Kemaro.

Klenteng Hok Tjing Rio menjadi pusat aktivitas ritual dan doa bagi masyarakat keturunan Tionghoa, khususnya pemeluk agama Konghucu.


Selain ritual keagamaan, perayaan Cap Go Meh di Palembang juga dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai, wayang orang, serta kesenian tradisional lainnya yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum.

Demikian informasi mengenai jadwal dan berbagai tradisi perayaan Cap Go Meh di Indonesia.


Berita Terkait


News Update