POSKOTA.CO.ID - Perayaan Cap Go Meh selalu menjadi penutup yang dinantikan dalam rangkaian Tahun Baru Imlek.
Tradisi yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Tionghoa ini tidak hanya sarat makna religius, tetapi juga merefleksikan kekayaan budaya dan keberagaman Indonesia.
Setiap tahunnya, Cap Go Meh dirayakan dengan semarak di berbagai daerah, mulai dari kota-kota besar hingga wilayah dengan komunitas Tionghoa yang telah hidup berdampingan secara turun-temurun dengan budaya lokal.
Pawai budaya, atraksi barongsai, hingga ritual doa di klenteng menjadi pemandangan yang kerap mewarnai perayaan tersebut.
Di Indonesia, Cap Go Meh tidak dirayakan secara seragam. Setiap daerah memiliki ciri khas perayaan yang dipengaruhi oleh sejarah, budaya lokal, serta proses akulturasi yang panjang.
Lantas, Cap Go Meh 2026 jatuh pada tanggal berapa? Bagaimana makna dan tradisi yang menyertainya di Indonesia? Berikut ulasan lengkapnya.
Apa Itu Cap Go Meh?
Secara etimologi, istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien. Kata “Cap” berarti sepuluh, “Go” berarti lima, dan “Meh” berarti malam.
Dengan demikian, Cap Go Meh secara harfiah dimaknai sebagai “malam kelima belas”.
Dalam tradisi penanggalan Tionghoa, Cap Go Meh merujuk pada malam ke-15 setelah Tahun Baru Imlek, yang bertepatan dengan bulan purnama pertama di tahun yang baru.
Di negara-negara seperti Tiongkok dan Taiwan, perayaan ini lebih dikenal dengan sebutan Festival Lampion atau Yuan Xiao Jie.
