POSKOTA.CO.ID - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI 2026 kembali menjadi solusi pembiayaan yang paling banyak diminati pelaku UMKM di Indonesia.
Dengan karakter bunga rendah, proses pengajuan yang relatif sederhana, serta dukungan subsidi dari pemerintah, KUR BRI dipandang sebagai fasilitas pembiayaan yang stabil dan membantu memperkuat keberlanjutan usaha kecil.
Melansir dari channel Youtube @Pecinta Dana mengenai KUR 2026, dijelaskan bahwa pemahaman mengenai suku bunga dan simulasi cicilan adalah bagian paling penting sebelum pemohon mengajukan kredit.
Bunga KUR BRI 2026: 6–9 Persen Per Tahun
Sebagai program kredit bersubsidi, KUR BRI 2026 menetapkan skema bunga yang lebih rendah dibanding pinjaman komersial. Untuk sebagian besar debitur, termasuk KUR Mikro dan KUR Kecil, bunga berada di angka 6% efektif per tahun untuk pengajuan pertama.
Baca Juga: Cara Aktifkan GoPay Later di Gojek dan Tokopedia, Bisa untuk Belanja Online
Seorang narasumber dalam video menyampaikan, “Suku bunga adalah faktor penentu besarnya cicilan bulanan. Semakin kecil bunganya, semakin ringan kewajiban pembayaran setiap bulan.” ujar channel youtube tersebut dikutp Minggu, 1 Februari 2026.
Skema kenaikan bunga berdasarkan kali pengajuan:
- Pengajuan pertama: 6% per tahun
- Pengajuan kedua: 7% per tahun
- Pengajuan ketiga: 8% per tahun
- Maksimal: 9% per tahun
Skema bertingkat ini dirancang agar debitur yang sudah pernah menerima KUR sebelumnya tetap disiplin dan menjaga kualitas kreditnya.
Bunga Flat dan Bunga Efektif Apa Bedanya?
KUR BRI menggunakan dua pendekatan dalam perhitungan suku bunga, tergantung jenis produk dan besaran pembiayaan:
1. Bunga Flat (Cicilan Tetap)
Digunakan untuk:
- KUR Mikro
- Tenor pendek-menengah
- Pinjaman kecil hingga menengah
Pada sistem bunga flat, bunga dihitung dari total pokok awal secara tetap. Artinya, cicilan per bulan tidak berubah hingga akhir tenor. Misalnya jika mengambil pinjaman KUR Mikro dengan tenor 24 bulan, maka cicilan bulanan akan tetap sama dari awal hingga jatuh tempo.
2. Bunga Efektif (Menurun)
Digunakan untuk:
- KUR Kecil
- Nominal besar, misalnya Rp100 juta
- Tenor panjang hingga 36–60 bulan
Pada metode ini, bunga dihitung dari sisa pokok pinjaman. Akibatnya, cicilan bulanan cenderung menurun seiring berkurangnya pokok.
Simulasi Cicilan KUR BRI 2026
Untuk memberikan gambaran realistis kepada calon debitur, berikut simulasi cicilan berdasarkan contoh umum bunga 6% efektif per tahun.
Contoh Simulasi:
- Pinjaman: Rp50.000.000
- Tenor: 60 bulan
- Bunga: 6% per tahun
Simulasi umum di berbagai kalkulator KUR menunjukkan cicilan sekitar Rp1.083.333 per bulan. Nilai ini dapat berubah sesuai metode bunga dan kebijakan BRI saat pengajuan.
Cara Menentukan Tenor yang Tepat
Pemilihan tenor yang tepat sangat menentukan kenyamanan pembayaran. Dalam video diuraikan bahwa tenor harus disesuaikan dengan kemampuan bayar dan siklus usaha.
Narasumber menegaskan, “Tenor bukan sekadar jangka waktu, tetapi strategi agar usaha tetap berjalan tanpa terbebani angsuran yang terlalu besar.”
Tips memilih tenor:
- Jika arus kas cepat (harian/mingguan) → tenor pendek
- Jika usaha membutuhkan waktu balik modal lebih lama → tenor panjang
- Jika ingin cicilan rendah → tenor panjang (tapi total bunga lebih besar)
Baca Juga: Kapan DC Lapangan Shopee PayLater Datang ke Rumah? Ini Fakta dan Cara Menghadapinya
Pentingnya Membayar Tepat Waktu
Kualitas kredit atau kolektibilitas sangat menentukan apakah debitur bisa mendapatkan KUR kembali di masa depan. Pembayaran tepat waktu adalah kunci utamanya.
Dalam video disampaikan pernyataan tegas "Pembayaran tepat waktu akan menjaga skor kredit Anda. Keterlambatan berakibat penolakan pengajuan KUR berikutnya.”
Dampak keterlambatan:
- Denda harian
- Penurunan kualitas kredit SLIK OJK
- Kesulitan mengajukan pinjaman di masa depan
- Risiko penagihan intensif
KUR BRI 2026 tetap menjadi alternatif pembiayaan unggulan bagi UMKM, berkat:
- Bunga rendah mulai dari 6%
- Skema cicilan flat dan efektif yang variatif
- Proses pengajuan cepat dan bersubsidi
- Simulasi cicilan yang dapat disesuaikan kemampuan bayar
Jika kita memahami skema bunga, tenor, dan perhitungan cicilan, pelaku UMKM dapat mengambil keputusan pembiayaan yang lebih aman dan terukur demi pertumbuhan usaha.