"Harus diakui bahwa tembakau dan cengkeh adalah komoditas yang menjadi penyangga ekonomi mulai dari petani, pekerja pabrikan, UMKM, pekerja kreatif, dan masih banyak lagi. Sehingga jangan sampai lahir peraturan yang ujungnya merobohkan penyangga ekonomi," tambah Buang.
Jawa Timur tercatat menjadi kontributor utama produksi tembakau nasional dengan sumbangan sekitar 57 persen dari total produksi daun tembakau Indonesia. Pada 2024, provinsi ini memproduksi 185 ribu ton tembakau kering dari lahan seluas 147 ribu hektare. Data tersebut menegaskan posisi Jawa Timur sebagai provinsi penghasil tembakau terbesar di Indonesia.
Selain sebagai komoditas pertanian, tembakau juga menjadi bagian penting dari denyut ekonomi dan sosial masyarakat Jawa Timur, yang telah membentuk fondasi kesejahteraan dan tradisi di berbagai daerah penghasil tembakau.
