Normalisasi Ciliwung Dikebut, DPRD Apresiasi Pembebasan Lahan Humanis

Sabtu 31 Jan 2026, 17:04 WIB
Banjir setinggi 25 cm masih menggenangi Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu, 31 Januari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Banjir setinggi 25 cm masih menggenangi Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu, 31 Januari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan, menyatakan normalisasi Sungai Ciliwung merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi banjir di ibu kota. Ia mengapresiasi langkah Pemprov DKI yang telah membebaskan lahan secara humanis.

“Mudah-mudahan dengan cara seperti itu, beberapa tahun ke depan Ciliwung tuntas. Nah kalau tuntas ini menjadi pilot project untuk 13 aliran sungai yang ada di Jakarta,” ujar Pantas kepada awak media, Sabtu, 31 Januari 2026.

Pantas menegaskan Pemprov DKI harus berkomitmen menuntaskan proses normalisasi Sungai Ciliwung agar aliran sungai kembali berjalan normal sesuai kebutuhan alam.

“Katakanlah 10 tahun, 20 tahun ke depan, betul-betul Jakarta sudah bebas dari musibah banjir yang bersumber dari infrastruktur sungai,” kata Pantas.

Baca Juga: BPBD DKI: Banjir di Bantaran Sungai Akan Terus Terjadi Jika Normalisasi Belum Tuntas

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melakukan pembebasan lahan di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis, 29 Januari 2026. Pembebasan lahan ini dilakukan berdasarkan Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum Nomor SA 01-Mn/217 tanggal 11 April 2025 tentang dukungan pengadaan tanah serta rencana aksi pengendalian banjir Sungai Ciliwung.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan pembebasan lahan dilakukan untuk mendukung normalisasi kawasan bantaran Kali Ciliwung di Cawang.

"Ini merupakan bagian dari upaya serius Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir, khususnya dalam jangka menengah,” ucap Pramono.

Ia menyebut normalisasi Kali Ciliwung sempat terhenti sejak 2017 dan kini kembali dilanjutkan karena memiliki peran strategis dalam sistem pengendalian banjir Jakarta.

"Normalisasi Sungai Ciliwung ini sempat terhenti dari tahun 2017 dan kita lanjutkan kembali, karena Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan BPN, Ibu Kakanwil, meyakini bahwa salah satu hal yang harus dilakukan untuk mengurangi banjir di Jakarta dalam jangka menengah ini adalah ruas Ciliwung ini," ujar Pramono.

Menurut Pramono, sekitar 40 persen aktivitas aliran sungai di Jakarta berada di kawasan Ciliwung sehingga normalisasi menjadi sangat krusial.


Berita Terkait


News Update