Fuji Akui Sulit Percaya Orang Usai Diduga Ditipu Karyawan, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Sabtu 31 Jan 2026, 15:46 WIB
Fuji melaporkan staf admin media sosialnya atas dugaan penipuan dan penggelapan dana. Kerugian yang dialami disebut mencapai Rp1 miliar dan masih didalami oleh kepolisian. (Sumber: Instagram/@fuji_an)

Fuji melaporkan staf admin media sosialnya atas dugaan penipuan dan penggelapan dana. Kerugian yang dialami disebut mencapai Rp1 miliar dan masih didalami oleh kepolisian. (Sumber: Instagram/@fuji_an)

POSKOTA.CO.ID - Selebgram Fujianti Utami Putri kembali menjadi perhatian publik setelah terseret dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana yang melibatkan orang terdekat di lingkup kerjanya. Kasus ini mencuat ke permukaan usai Fuji melaporkan salah satu stafnya sendiri ke pihak kepolisian.

Dugaan penipuan tersebut menimbulkan kerugian yang tidak kecil. Fuji mengklaim mengalami kerugian hingga mencapai Rp1 miliar, angka yang membuat kasus ini langsung menyita perhatian warganet dan media. Peristiwa ini pun menambah daftar panjang persoalan yang harus dihadapi sang selebgram.

Untuk menindaklanjuti laporannya, Fuji memenuhi panggilan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan pada 29 Januari 2026.

Ia hadir guna memberikan keterangan terkait alur dana serta dugaan penggelapan yang dilakukan oleh staf admin media sosialnya tersebut.

Baca Juga: Ultimatum Beby Prisillia untuk Onad: Pakai Narkoba Lagi, Kami Bercerai

Pemeriksaan Fuji di Polres Jaksel

Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, menjelaskan bahwa kliennya dicecar sekitar 20 pertanyaan selama proses pemeriksaan. Fokus utama penyidik mengarah pada alur dana serta besaran kerugian yang dialami Fuji akibat dugaan penipuan tersebut.

“Mungkin, ada sekitar empat pertanyaan yang didetailin terkait kerugian. (Ditanya) berapa yang masuk ke manajemen, yang dilaporkan berapa,” ungkap Sandy Arifin kepada awak media pada 29 Januari 2026.

Pihak kepolisian hingga kini masih menelusuri detail transaksi serta keterlibatan pihak-pihak terkait guna memastikan konstruksi perkara secara utuh.

Baca Juga: Detik-detik Terakhir Lula Lahfah Sebelum Ditemukan Meninggal di Apartemen Terungkap

Bukan Pertama Kali Alami Penipuan

Kasus dugaan penipuan yang dilakukan staf ini bukan kali pertama menimpa Fuji. Sebelumnya, ia juga pernah menghadapi persoalan serupa dengan mantan manajernya. Rentetan peristiwa tersebut membuat Fuji mengaku berada dalam kondisi kelelahan yang mendalam, baik secara fisik maupun mental.

“Capek banget pastinya. Ruginya banyak, sakit hati, dikatain netizen pula. Intinya, saya capek lahir batin,” tuturnya.

Tekanan dari warganet di media sosial turut memperberat beban yang dirasakannya. Fuji merasa harus menghadapi kerugian materi sekaligus komentar negatif publik dalam waktu bersamaan.

Sempat Drop Mental dan Sulit Percaya Orang

Fuji juga mengakui bahwa persoalan ini berdampak besar pada kondisi psikologisnya. Ia menyebut sempat mengalami penurunan mental hingga kesulitan mempercayai orang lain, terutama dalam hubungan kerja.

“Aku sempat drop berkali-kali, sampai sulit percaya sama orang. Kalau ada karyawan baru jadi kayak enggak mau terlalu dekat, enggak mau terlalu kenal juga,” ujar Fuji.

Pengalaman pahit tersebut membuatnya kini lebih berhati-hati dan memilih menjaga jarak profesional sebagai bentuk perlindungan diri dari risiko serupa di masa mendatang.

Baca Juga: Autopsi Tak Dilakukan, Penyebab Kematian Lula Lahfah Belum Terungkap

Laporkan Staf Admin Medsos, Kerugian Fantastis

Dalam laporan yang dilayangkan ke kepolisian, Fuji menyebut seorang staf admin media sosialnya sebagai terlapor atas dugaan penipuan dan penggelapan dana. Kerugian yang diklaim tidak main-main, dengan total mencapai sekitar Rp1 miliar.

Saat ini, aparat kepolisian masih mendalami laporan tersebut untuk mengungkap alur dana secara rinci serta memastikan peran masing-masing pihak yang terlibat.

Kasus ini kembali menyita perhatian publik dan menjadi pengingat bahwa risiko penipuan bisa menimpa siapa saja, termasuk figur publik, bahkan dari orang-orang yang berada di lingkungan terdekatnya.


Berita Terkait


News Update