Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Catat Empat Kali Terjadi Sepanjang Januari

Sabtu 31 Jan 2026, 16:42 WIB
Banjir setinggi 25 cm masih menggenangi Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu, 31 Januari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Banjir setinggi 25 cm masih menggenangi Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu, 31 Januari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Genangan banjir setinggi sekitar 210 sentimeter yang melanda kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, akibat hujan deras dan luapan Kali Ciliwung mulai berangsur surut.

Meski demikian, berdasarkan pantauan Poskota di lokasi, sejumlah rumah di bantaran sungai masih terendam air setinggi sekitar 25 sentimeter.

Bagi warga setempat, banjir kali ini bukan kejadian pertama. Sepanjang Januari 2026, banjir berulang kali merendam permukiman. Sebagian warga mencatat banjir terjadi hingga empat kali dalam satu bulan terakhir.

Baca Juga: PMI Kota Depok Kirim Relawan ke Lokasi Longsor Pasirlangu Bandung Barat

Maman, 61 tahun, warga yang tinggal di Kampung Melayu sejak 1980, mengaku hampir satu bulan terakhir harus hidup berdampingan dengan banjir. Ia menyebut selama Januari banjir terjadi empat kali, dengan dua di antaranya tergolong besar.

“Yang besar dua kali. Yang kemarin itu paling parah, air sampai sekitar 270 sentimeter, lebih dari dua meter,” ujar Maman, Sabtu, 31 Januari 2026.

Ia mengatakan banjir besar terakhir datang dengan cepat. Air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 00.00 WIB dan terus meninggi hingga mencapai puncak sekitar pukul 03.00 WIB.

Meski air meluap tinggi, Maman memilih tidak mengungsi. Ia bersama keluarganya bertahan di lantai dua dan tiga rumah.

“Saya mengungsi di atas saja, kebetulan rumah punya lantai dua dan tiga. Barang-barang juga sudah diantisipasi, dari banjir pertama sudah dipindahkan ke atas,” ucapnya.

Maman yang tinggal bersama enam anggota keluarga mengaku sempat menerima bantuan, salah satunya berupa beras dari pihak kepolisian. Namun, banjir tetap berdampak pada kesehatan warga.

“Biasanya diare sama gatal-gatal. Kalau sakit ya berobat ke puskesmas saja,” katanya.


Berita Terkait


News Update