Normalisasi Sungai Ciliwung, Warga Kampung Melayu Siap Digusur Asal Ada Ganti Untung

Jumat 30 Jan 2026, 18:10 WIB
Warga berjalan melintasi banjir yang menggenangi kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur, Jumat, 30 Januari 2026 (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Warga berjalan melintasi banjir yang menggenangi kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur, Jumat, 30 Januari 2026 (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JATINEGARA, POSKOTA.CO.ID - Warga RW 04 Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, mengaku siap jika harus digusur demi program normalisasi sungai asalkan disiapkan ganti untung.

Salah satu warga yang sudah didata terkait terdampak normalisasi sungai yakni Dian, 46 tahun, mengatakan, dirinya sepakat saat rumahnya ternyata terdata akan digusur untuk normalisasi.

"Kalau saya mah nurut aja gimana baiknya. Waktu itu pernah dijelaskan, ya kalau saya minta semacam ganti rugi nya itu," kata Dian kepada Poskota di lokasi pengungsian, Jumat, 30 Januari 2026.

Rumah Dian sendiri berada di dekat bantaran Kali Ciliwung. Ia menyebut rumahnya dengan bantaran kali hanya berjarak beberapa meter saja dan ia sendiri bahwa posisi rumahnya tidak strategis.

Baca Juga: Grayce Tan Siapa dan Lulusan Mana? Geger Terseret Dugaan Perselingkuhan dengan CEO PropertyLimBrothers Melvin Lim

"Ya memang rumah saya pas di pinggir kali, cuma jarak berapa meter dari kali, memang banjir mulu," ucap dia.

Ibu rumah tangga ini menyebut bahwasanya sudah ada pembahasan dengan pihak terkait soal rencanaan penggusuran itu. Ia pun mengaku sepakat jikalau rumahnya harus digusur demi normalisasi.

Rencanannya, kata Dian, jika mendapatkan ganti untung dari pemerintah, uang tersebut akan digunakan untuk membeli bangunan berupa rumah. Sejauh ini ia mengaku belum berniat menempati rumah susun (rusun).

"Kan katanya disiapin rusun juga, tapi saya belum mau, kalau memang diganti rumah saya yang kena normalisasi pengennya mau beli rumah lagi, yang penting murah aja," tutur dia.

Baca Juga: Viral Sosok Ayah Bigmo Jannah Terjerat Kasus Korupsi: Siapa Muhammad Nasihan dan Apa Pekerjaannya?

Novi, 28 tahun warga lain juga mengaku sepakat jika rumahnya harus digusur. Ia menyebut mau tidak mau sepakat karena ini merupakan program pemerintah dalam rangka penanganan banjir.


Berita Terkait


News Update