Abil Sudarman menyoroti dugaan kebocoran data pelamar lowongan Komdigi yang bisa diakses publik. (Sumber: Instagram/@abilsudarman)

HIBURAN

Kritik Soal Lowongan Kerja Komdigi yang Diduga Bocorkan Data Pelamar, Abil Sudarman Mendapat Serangan Siber

Jumat 30 Jan 2026, 14:25 WIB

POSKOTA.CO.ID - Seorang kreator konten, Abil Sudarman, mengaku mengalami serangan siber beruntun setelah mengunggah konten yang mengkritik proses rekrutmen lowongan kerja Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital).

Unggahan tersebut sebelumnya viral di media sosial karena menyoroti dugaan kejanggalan dalam mekanisme pengumpulan data pelamar kerja yang bisa diakses publik.

Kritik yang disampaikan Abil bukan sekadar menyoal prosedur administratif, melainkan menyentuh isu sensitif terkait keamanan dan dugaan kebocoran data pribadi.

Ia menemukan bahwa dokumen penting milik para pelamar, seperti CV hingga identitas diri, diduga dapat diakses secara terbuka oleh publik tanpa pengamanan memadai.

Baca Juga: Viral! Loker Komdigi Diduga Bocorkan Data Pribadi Pelamar Lewat Google Drive dan Bisa Diakses Publik

Situasi ini pun memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat digital. Selain berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), kasus tersebut juga berkembang menjadi sorotan serius setelah Abil mengaku menjadi sasaran serangan siber tak lama usai kritiknya ramai diperbincangkan.

Temuan Akses Terbuka Data Pelamar di Google Drive

Konten kreator Abil Sudarman mengkritik sistem lowongan Komdigi yang dinilai membuka data pribadi pelamar. (Sumber: Instagram/@abilsudarman)

Abil mengungkap bahwa para pelamar diarahkan untuk mengunggah dokumen penting melalui formulir dan folder Google Drive. Namun yang mengejutkan, seluruh folder berisi data pribadi pelamar lain justru dapat diakses secara bebas.

"Ini berbahaya. Data ribuan orang, termasuk CV, foto KTP, dan informasi pribadi lain, bisa dilihat siapa saja," ujar Abil dalam videonya, dikutip Poskota pada, Jumat 30 Januari 2026.

Dalam penjelasan lanjutan, Abil menegaskan bahwa setiap pelamar dapat melihat dokumen milik pelamar lainnya tanpa pembatasan akses apa pun.

"Masalahnya adalah, semua pelamar datanya kelihatan di Google Drive ini. Semua foldernya keliatan nama-namanya nih. Jadi lo mau ngelamar, lo bisa buka data pribadi milik pelamar lain. Kelihatan telanjang semua bisa dibuka," kata Abil melalui akun Instagramnya @abilsudarman pada, Selasa 27 Januari 2026.

Baca Juga: Identitas Sosok Wanita yang Diduga Jadi Pemantik Hoaks Es Gabus Spons di Kemayoran Terkuak dan Terancam Somasi

Dinilai Bertentangan dengan Komitmen Perlindungan Data

Menurut Abil, praktik tersebut bertolak belakang dengan peran dan komitmen Komdigi sebagai institusi yang selama ini mengampanyekan perlindungan data pribadi masyarakat Indonesia.

Ia bahkan menilai langkah tersebut telah melanggar prinsip Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang justru diusulkan oleh Komdigi sendiri. "Sudah jelas enggak boleh membongkar data pribadi, tapi ini dia membongkar sendiri," ujar Abil dalam videonya.

Temuan ini memicu kekhawatiran luas di kalangan warganet, terutama bagi para pencari kerja yang menyerahkan dokumen sensitif seperti KTP, CV, hingga data pribadi lainnya tanpa perlindungan memadai.

Serangan Siber Usai Konten Viral

Setelah kritik Abil Sudarman terhadap sistem rekrutmen Komdigi yang diduga bocorkan data pelamat, kini ia mengaku menjadi korban serangan siber. (Sumber: Instagram/@folkyogya)

Tak lama setelah konten kritiknya ramai diperbincangkan, Abil mengaku mulai menerima berbagai gangguan digital. Ia menyebut adanya lonjakan trafik mencurigakan hingga ribuan serangan siber yang menargetkan sistem digital perusahaannya.

"Jam 1 siang tadi Ordal nerima sekitar 6.000 serangan siber ya, dan gue enggak mau bilang itu dari siapa, kita masih telursuri digital forensiknya seperti apa," kata Abil seperti yang diunggah akun @folkyogya, Kamis 29 Januari 2026

Meski demikian, Abil menegaskan bahwa serangan tersebut tidak berujung pada pencurian data penting. "Tapi yang jelas dilihat kalau dari motifnya dia enggak ngambil apa-apa," ujarnya.

Diduga Upaya Merusak Situs Perusahaan

Abil meyakini bahwa serangan siber tersebut merupakan upaya sabotase yang sengaja ditujukan untuk merusak situs resmi startup miliknya. "Benar-benar cuma mau merusak ordal.id," imbuhnya.

Ia pun menyayangkan kejadian tersebut, mengingat platform yang dibangunnya bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan. Menurutnya, serangan ini justru menghambat niat baik tersebut. "Sangat disayangkan karena gue bikin start up untuk membuka lapangan pekerjaan, tapi kita disikat habis-habisan," tuturnya.

Baca Juga: Sosok Farah Dibba Shavira, Kakak Lula Lahfah yang Rela Diperjuangkan Sang Adik

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Komdigi terkait dugaan kebocoran data pelamar maupun respons atas serangan siber yang dialami Abil Sudarman.

Kasus ini kini berkembang menjadi sorotan dua isu krusial sekaligus, yakni keamanan data pribadi pelamar kerja dan keselamatan digital pihak yang menyuarakan kritik. Publik pun menanti transparansi serta langkah hukum tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Tags:
sabotaseUU PDPserangan siberkebocoran data pribadilowongan kerja KomdigiKomdigiAbil SudarmanGoogle Drive

Aldi Harlanda Irawan

Reporter

Aldi Harlanda Irawan

Editor