POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM (Kang Dedi Mulyadi) menjadi sorotan publik setelah video pertemuannya dengan Sudrajat, penjual es gabus yang sempat viral karena diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum aparat.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi secara terbuka menegur Sudrajat karena dinilai tidak jujur dalam menyampaikan kondisi hidupnya.
Momen itu diunggah langsung oleh Dedi Mulyadi melalui akun Instagram @dedimulyadi71 pada Kamis, 29 Januari 2026.
Percakapan keduanya yang berlangsung di dalam mobil langsung menyita perhatian warganet karena memperlihatkan perubahan sikap Dedi Mulyadi setelah menemukan ketidaksesuaian pengakuan Sudrajat.
Baca Juga: Berawal Dari Tuduhan Spons, Pedagang Es Gabus Diberangkatkan Umroh oleh Aisar Khaleed
Awal Percakapan Dedi Mulyadi dan Sudrajat

Dalam unggahan tersebut, Dedi Mulyadi mengawali perbincangan dengan menanyakan aktivitas Sudrajat yang sudah beberapa hari tidak berjualan.
"Bapak sudah berapa hari enggak usaha?" tanya KDM. "Empat hari," jawab Sudrajat yang tak lagi berjualan setelah es gabus dagangannya setelah dituduh mengandung bahan berbahaya.
Sudrajat kemudian mengungkapkan kebingungannya terkait kebutuhan ekonomi, terutama soal biaya sekolah anaknya yang belum terbayarkan selama beberapa bulan. "Rp1,5 juta, Pak. Udah empat bulan enggak bayar-bayar," kata Sudrajat.
Dedi Mulyadi Curiga dan Menguji Kejujuran

Pengakuan tersebut langsung memicu kecurigaan Dedi Mulyadi. Ia menilai biaya tersebut tidak masuk akal mengingat sekolah negeri seharusnya tidak memungut biaya sebesar itu. "Enggak mungkin pak sekolah negeri, SD, bayar Rp200 (ribu). Nanti saya cek sekolahnya," imbuh KDM.
Setelah terus didesak, Sudrajat akhirnya mengubah pengakuannya. Dari yang awalnya menunggak empat bulan, ia menyebut hanya satu bulan saja.
"Bapak ini empat apa sebulan (tunggakan) sekolahan belum bayarnya?" tanya KDM lagi. "Sebulan," jawab Sudrajat sambil tersenyum malu-malu.
Perubahan pernyataan tersebut membuat Dedi Mulyadi kecewa dan memilih untuk tidak memberikan bantuan uang secara langsung. "Berarti Rp200 (ribu) dong, bukan sejuta setengah. Jangan ngarang! Gimana?" kata KDM mengomel.
"Kalau ingin hidup maju harus jujur. Kalau kitanya tidak jujur, nanti dapet banyak susah dalam hidupnya," kata Gubernur Jawa Barat tersebut.
Bantuan Tetap Diberikan, Tapi dengan Cara Berbeda

Meski kecewa, Dedi Mulyadi tetap menanyakan kebutuhan dasar Sudrajat, mulai dari beras hingga biaya tempat tinggal. Ia kemudian memutuskan memberikan bantuan total Rp10 juta, namun dengan sistem pembayaran langsung.
Rincian bantuan tersebut meliputi sewa kontrakan Rp9,6 juta untuk satu tahun, pembayaran utang warung sebesar Rp200 ribu, serta tunggakan sekolah Rp200 ribu.
Namun, karena kepercayaan sudah berkurang, Dedi Mulyadi memilih untuk membayar langsung ke pihak terkait. "Langsung bayar kontrakannya sama saya. Takut enggak dibayarin," kata KDM.
Sudrajat sendiri hanya menerima uang tunai sebesar Rp2 juta yang ditujukan sebagai modal untuk kembali berjualan es gabus.
Keraguan Dedi Mulyadi juga ia tuangkan dalam caption unggahannya. "Terkait es produk bapaknya, itu sudah tidak ada masalah. Terkait bantuan untuk bapak penjual es, saya akan atur karena selama ngobrol, agak gimana gitu ya feeling-nya," tulis KDM
Fakta Baru Terungkap, Dedi Mulyadi Kembali Murka
Persoalan tak berhenti di situ. Dalam pertemuan lanjutan, Dedi Mulyadi kembali dibuat geram setelah mengetahui fakta bahwa Sudrajat ternyata memiliki rumah sendiri dan bukan mengontrak seperti pengakuannya sebelumnya.
Hal itu terungkap saat Dedi Mulyadi bertemu langsung dengan Ketua RW setempat.
“Rumah sendiri, Pak. Tanahnya juga tanah sendiri,” ujar Ketua RW Suderajat di hadapan KDM, dikutip Poskota dari kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, pada Jumat 30 Januari 2026.
KDM pun langsung bereaksi keras. “Babeh bilangnya ngontrak, bohong sih! Kenapa bohong terus?” kata KDM dengan nada tinggi sambil memperbaiki posisi duduk.
Baca Juga: Pedagang Es Gabus Dituduh Pakai Spons, Wanita Ini Jadi Sasaran Hujatan
Latar Belakang Kasus Sudrajat
Sebelumnya, Sudrajat, 49 tahun, pedagang es gabus asal Bojong Gede, Kabupaten Bogor, sempat menjadi sorotan publik setelah mengaku mendapat intimidasi dari oknum aparat di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, ketika Sudrajat dituding menjual es berbahan spons. Ia dipaksa mengakui tuduhan tersebut oleh oknum Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat, meski klaim itu tidak terbukti.
Kasus tersebut sempat memantik simpati publik, namun rangkaian pengakuan yang berubah-ubah justru memunculkan polemik baru soal kejujuran di balik kisah viral tersebut.
