Kondisi permukiman warga di RT 13 RW 04 Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, yang dilanda banjir dengan ketinggian air bervariasi, Jumat, 30 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Banjir Melanda Kampung Melayu, Ratusan Warga Mengungsi ke Sekolah

Jumat 30 Jan 2026, 15:56 WIB

JATINEGARA, POSKOTA.CO.ID - Ratusan warga Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, terpaksa mengungsi ke SD Negeri 01 dan 02 setelah rumah mereka terendam banjir setinggi hingga 2 meter pada Jumat, 30 Januari 2026.

Evakuasi dilakukan karena aliran listrik di sekitar lokasi mulai dipadamkan dan genangan air yang semakin tinggi membuat rumah warga tidak aman untuk dihuni.

Pantauan langsung Poskota di lokasi, terlihat petugas mengerahkan perahu karet untuk mengangkut warga untuk pindah ke lokasi pengungsian.

Salah satu warga, Vera, 42 tahun mengatakan bahwa air mulai menggenangi rumah sejak Kamis, 29 Januari 2026 malam.

Baca Juga: Banjir Rendam Gang Mawar Margahayu, Wali Kota Bekasi Turun Langsung Serap Aspirasi Warga

"Dari semalam airnya mulai naik lagi, dari jam 2 pagi lah, sampai jam 7 pagi tadi air terus naik," kata Vera kepada Poskota di lokasi, Jumat.

Vera mengaku, dirinya memilih untuk mengungsi setelah ketinggian air yang merendam rumah mencapai pinggang, terlebih ia juga memiliki anak.

"Udah enggak bisa ditempatin, anak-anak kasihan, entar malah pada sakit, tidurnya juga jadi susah," ucap dia.

Dari pengakuannya, banjir di kawasan dekat rumahnya memang sudah seringkali terjadi, apalagi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Lansia Tewas Tertimbun Longsor TPT di Bogor, Keluarga Ceritakan Proses Evakuasi Korban

Lebih lanjut, Vera mengungkapkan kondisi banjir di rumahnya sempat surut sejak cuaca ekstrem yang melanda minggu lalu. Akan tetapi, hujan deras yang turun beberapa hari terakhir kembali membuat kawasan Kampung Melayu dilanda banjir.

"Minggu lalu banjir sampai tiga hari, tapi airnya enggak terlalu tinggi. Kalau sekarang, tadi pagi itu airnya udah tinggi, listrik juga udah mati," ucap dia.

Senada dengan Vera, warga lainnya di lokasi, Susanti, 53 tahun juga memilih mengungsi karena khawatir anaknya yang masih kecil sakit.

"Karena ada anak-anak, jadi ngungsi. Terus juga enggak ada listrik, jadi ya mending ngungsi," ucap dia.

Baca Juga: Kali Angke dan Pesanggrahan Tak Lagi Meluap, Banjir di Wilayah Kembangan Dipastikan Surut

Sementara itu, bantuan berupa makanan siap saji untuk warga telah disiapkan di lokasi pengungsian.

Salah satu pengungsian di gedung sekolah SD Negeri 02 Kampung Melayu, warga terlihat berjejer di ruang-ruang kelas, bahkan hingga keluar ruangan.

Lokasi bangunan sekolah juga bisa dipakai sebagai tempat evakuasi warga karena kini tengah diterapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari Pemprov DKI.

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, ada 41 kepala keluarga terdiri dari 152 jiwa mengungsi di lokasi pengungsian SD Negeti 02 Kampung Melayu. (pan)

Tags:
warga mengungsiJatinegaraJakarta Timur banjir di kampung melayu

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor