Lebih lanjut, Rama juga menyoroti terkait keberadaan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) subsidi untuk kapal-kapal nelayan yang disebut hanya ada satu titik yakni di Muara Angke.
"Karena cuma ada satu doang pom subsidi di Muara Angke. Nelayan kalau mau isi bahan bakar harus ngantre lama, kalau pas ngisinya mah cepet," tuturnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Nelayan Muara Angke, James Willing mengatakan dirinya sudah melaporkan situasi ini ke pihak terkait bahwa di lokasi tersebut sudah terlalu banyak kapal yang bersandar.
Baca Juga: Ribuan Kapal Padati Pelabuhan Muara Angke, Aktivitas Nelayan Terganggu
Namun menurutnya, laporan situasi tersebut tidak pernah digubris.
"Ya tapi enggak pernah didengarkan, padahal udah dari bulan-bulan kemarin kami sudah memberitahukan bahwasanya kapal sudah begitu banyak," ucap dia.
James menyebut, salah satu kekhawatiran yang terjadi ketika banyak kapal-kapal nelayan yang bersandar yakni tidak terkontrol.
Di sisi lain, potensi risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan juga tinggi.
"Yang dikhwatirkan itu mengenai masalah kebakaran ya, kemarin aja dari Muara Baru ada kebakaran. Apalagi kalau menumpuk terlalu banyak," ucapnya.
James berharap pemerintah memperhatikan soal masalah kapal-kapal yang banyak bersandar di Dermaga T Pelabuhan Muara Angke, khususnya kapal yang tidak beroperasi.
