POSKOTA.CO.ID - Fitur Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater saat ini menjadi tren di kalangan Generasi Z. Layanan tersebut menawarkan kemudahan dalam bertransaksi namun terdapat risiko yang bisa menjerat penggunanya jika tidak dikelola dengan bijak.
Kemudahan syarat dalam pengajuan paylater di beberapa platform e-commerce membuat anak muda termasuk Gen Z menjadi salah satu yang terbanyak dalam penggunaan paylater.
Namun, dibalik kemudahannya, terdapat risiko bunga yang mengintai, denda keterlambatan, hingga dampak buruk pada skor kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK yang dapat menghambat akses pinjaman di masa depan, seperti pengajuan KPR rumah.
Paylater biasanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif dan fenomena Fear of Missing Out (FOMO).
Baca Juga: Apakah Bisa Pinjam Uang di TikTok Paylater? Ini Penjelasan Lengkap tentang Cara dan Risikonya
Tips Atur Keuangan yang Sehat Buat Gen Z
Untuk menghindari risiko tersebut, berikut ini adalah strategi mengatur keuangan sehat bagi anak muda:
1. Pahami Skala Prioritas dan Kemampuan Bayar
Sebelum menggunakan fitur paylater, pastikan barang yang dibeli adalah kebutuhan mendesak, bukanlah sekadar keinginan. Prinsip utama yang harus dipegang adalah tidak mengambil cicilan jika total cicilan per bulan sudah melebihi 30 persen dari pendapatan total.
2. Baca Syarat dan Ketentuan Secara Detail
Banyak pengguna yang terjebak karena tidak teliti membaca rincian bunga, biaya administrasi, dan denda. Transparansi terhadap biaya tambahan sangat penting agar pengguna tidak terkejut saat tagihan membengkak di akhir bulan.
3. Gunakan Hanya untuk Kebutuhan Produktif
Hindari penggunaan paylater untuk gaya hidup atau konsumsi jangka pendek, fitur ini sebaiknya hanya digunakan dalam keadaan darurat saja ataupun untuk pembelian barang yang menunjang produktivitas (seperti alat kerja) dengan perhitungan matang.
4. Rutin Melakukan Evaluasi Keuangan
Mencatat setiap transaksi dan cicilan yang berjalan adalah kunci. Dengan melakukan evaluasi mingguan, Gen Z dapat memantau sejauh mana beban utang yang dimiliki dan segera menghentikan penggunaan paylater jika arus kas mulai tidak seimbang.
Baca Juga: Pakai Paylater? Ini Cara Melindungi Data Pribadi agar Tidak Jadi Sasaran Penipuan
Waspada Modus Penipuan
Salah satu cara paling ummum dalam kasus penipuan paylater, phishing menjadi salah satu cara pelaku menyamar sebagai pihak resmi seperti customer service, mitra e-commerce, hingga lembaga keuangan.
Modusnya beragam seperti mengirimkan tautan palsu yang terlihat seperti situs resmi.
Memberikan pesan yang berisikan ancaman akun akan diblokir atau memberikan iming-iming hadiah, cashback, dan kenaikan limit mendadak.
Tidak semua layanan yang menyediakan paylater memiliki standar keamanan dan perlindungan data yang memadai.
Beberapa platform ilegal menawarkan bunga rendah dan limit besar, namun tidak memiliki sistem keamanan yang kuat atau mekanisme perlindungan konsumen.
Sebelum menggunakan layanan paylater, pastikan: Terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Memiliki kebijakan perlindungan data yang jelas Menyediakan layanan pelanggan yang bisa dihubungi