Cara ini sejalan dengan pendapat mayoritas ulama yang menganjurkan zakat fitrah berupa bahan pangan.
Namun, sebagian ulama juga membolehkan zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk uang, dengan nilai yang setara harga makanan pokok tersebut.
Pendapat ini mempertimbangkan kemudahan dan kemaslahatan bagi penerima zakat. Oleh karena itu, banyak lembaga zakat resmi seperti Rumah Zakat menerima pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang.
Baca Juga: Niat Puasa Rajab 2025 Sekaligus Qada Ramadan, Ini Bacaan dan Doa Berbukanya
Ketentuan Zakat Fitrah di Indonesia
Pengelolaan zakat fitrah di Indonesia mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan Kementerian Agama dan lembaga zakat nasional.
Besaran zakat biasanya ditetapkan dalam bentuk beras atau nominal uang yang disesuaikan dengan harga pasar di masing-masing daerah.
Aturan ini bertujuan agar zakat fitrah tetap relevan dengan kondisi masyarakat serta memberikan manfaat optimal bagi para mustahik.
Hikmah di Balik Zakat Fitrah
Zakat fitrah bukan hanya ibadah individual, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat.
Ibadah ini mengajarkan kepedulian dan empati, terutama kepada mereka yang membutuhkan bantuan menjelang hari raya.
Dengan menunaikan zakat fitrah, umat Islam turut memastikan kebahagiaan Idulfitri dapat dirasakan secara lebih merata.
Menunaikan Zakat Fitrah dengan Amanah
Agar zakat fitrah tersalurkan secara tepat, menyalurkannya melalui lembaga terpercaya menjadi pilihan bijak.
