Perkuat Ekosistem JBA, ASLC Optimistis Pendapatan Tumbuh Dua Digit pada 2026 Ditengah Tantangan Industri Mobil Bekas

Rabu 28 Jan 2026, 19:40 WIB
Mr. Kazuhiro Shioyama (CEO JBA Indonesia), Armeza Farhansyah Umar (Chief of Financial Officer PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, dan Deny Gunawan (COO JBA Indonesia). (Sumber: Poskota/Aldi Harlanda Irawan)

Mr. Kazuhiro Shioyama (CEO JBA Indonesia), Armeza Farhansyah Umar (Chief of Financial Officer PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, dan Deny Gunawan (COO JBA Indonesia). (Sumber: Poskota/Aldi Harlanda Irawan)

POSKOTA.CO.ID - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) menatap tahun 2026 dengan optimisme di tengah dinamika industri mobil bekas yang masih dipengaruhi tantangan daya beli masyarakat dan ketatnya pembiayaan kendaraan.

Perseroan menilai peluang jangka panjang industri kendaraan bekas di Indonesia masih terbuka lebar, seiring penguatan ekosistem bisnis yang terintegrasi.

ASLC yang menaungi bisnis lelang kendaraan melalui JBA, ritel mobil bekas Caroline.id, pegadaian MotoGadai, serta platform data Cartalog, kini fokus memperkuat strategi omni channel untuk menjangkau seluruh segmen konsumen, baik online maupun offline.

Baca Juga: IIMS 2026 Digelar 5–15 Februari, Ini Daftar Peserta dan Bocoran Mobil Baru

Perkuat Ekosistem Terintegrasi JBA, Caroline.id, dan MotoGadai

Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra, mengatakan fondasi ekosistem yang solid menjadi modal utama perseroan menghadapi tahun 2026.

“Berbekal ekosistem bisnis yang terdiri dari JBA, Caroline.id, MotoGadai, dan Cartalog, ASLC terus membangun ekosistem jual beli kendaraan bekas yang terintegrasi. Visi kami adalah menjadi omni channel marketplace otomotif yang terpercaya,” ujar Jany saat konferensi pers di kantor JBA Jakarta Raya, Tangerang, Banten, Selasa 27 Januari 2026.

Ia menegaskan, sinergi antarunit bisnis membuat ASLC optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit pada 2026.

Kinerja 2025 Tumbuh 15 Persen, JBA Jadi Penopang Stabil

Hingga kuartal III 2025, ASLC mencantumkan pendapatan sebesar Rp713 miliar atau tumbuh 15 persen YoY secara tahunan (year-on-year). Dari total tersebut, lini bisnis lelang melalui JBA berkontribusi Rp201,8 miliar dengan volume lelang lebih dari 92 ribu unit kendaraan.

Manajemen menilai kinerja lelang relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun pasar masih dipengaruhi ketatnya pembiayaan kredit kendaraan.

Sebagai balai lelang mobil bekas terbesar di Indonesia, JBA telah mencatat lebih dari 1 juta transaksi sejak berdiri pada 2011. Saat ini, JBA memiliki jaringan nasional yang mencakup 39 lokasi, terdiri dari 15 cabang dan 24 hub di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Program Order Online MAX Special Livery Diserbu Konsumen, Motor Yamaha TMAX Ludes 25 Menit

Jaringan Nasional dan Partisipan Jadi Kekuatan JBA


Berita Terkait


News Update