Ia menjelaskan bahwa terdapat pertimbangan khusus yang membuat Insanul Fahmi enggan mengungkap detail mengenai isu pernikahan siri di hadapan publik.
Menurutnya, isu tersebut sangat sensitif dan berpotensi memicu opini liar di media sosial. Oleh karena itu, kliennya memilih bersikap hati-hati dalam memberikan pernyataan kepada media maupun di platform digital.
Sementara itu, publik terus menyoroti absennya bukti pernikahan siri yang sebelumnya diklaim. Hal ini memicu beragam spekulasi dan perdebatan di kalangan warganet.
Baca Juga: Apa Itu Tabung Whip Pink? Ini Fungsi Sebenarnya dan Risiko Jika Disalahgunakan
Sorotan Media Sosial dan Konsekuensi Hukum
Mawa juga sempat mengunggah pesan bernada keteguhan di media sosial yang dinilai mencerminkan konsistensi sikapnya. Unggahan tersebut muncul tak lama setelah Insanul Fahmi menyatakan niat memperbaiki hubungan rumah tangga.
Perseteruan ini turut ramai dibahas di platform TikTok. Sejumlah kreator konten mengikuti perkembangan kasus dan menyoroti ketegasan Mawa yang dinilai tidak goyah.
Secara hukum, jika proses ini terus berlanjut tanpa perdamaian, terdapat konsekuensi yuridis yang harus dihadapi para pihak. Beberapa pengamat bahkan memprediksi potensi ancaman hukuman jika terbukti terjadi pelanggaran hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanda-tanda mediasi yang mempertemukan Mawa dan Insanul Fahmi. Proses hukum di kepolisian masih berjalan dan terus dipantau oleh kuasa hukum masing-masing pihak.
Sebagai latar belakang, konflik antara Mawa, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli mulai mencuat ke publik sejak kuartal terakhir 2025.
Persoalan ini bermula dari isu perselingkuhan yang berkembang menjadi laporan polisi terkait dugaan pelanggaran undang-undang pernikahan serta pencemaran nama baik.
