POSKOTA.CO.ID - Dunia pendidikan Indonesia kembali diwarnai kabar memprihatinkan. Seorang guru SMP (sekolah menengah pertama) di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menjadi korban kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh siswanya sendiri saat jam sekolah berlangsung.
Insiden tersebut terjadi ketika sang guru berupaya menegakkan kedisiplinan siswa yang bolos saat kegiatan belajar mengajar.
Niat mendidik justru berujung petaka, setelah teguran yang diberikan berakhir dengan aksi penganiayaan hingga menyebabkan korban mengalami luka serius di wajah.
Peristiwa ini pun menyita perhatian publik setelah rekaman kondisi korban beredar luas di media sosial. Kasus penganiayaan terhadap guru tersebut kembali membuka diskusi serius tentang keamanan tenaga pendidik serta tantangan penegakan disiplin di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Tim SAR Temukan Dua Korban Longsor Pasirlangu Bandung Barat
Kronologi Penganiayaan Guru SMP Negeri 1 Baebunta Selatan
Insiden memilukan ini menimpa Arpan Lisman (28), guru di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara. Kejadian berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026, dan mulai viral sehari kemudian setelah diunggah akun Instagram @fakta.indo.
Peristiwa bermula ketika Arpan hendak memulai kegiatan belajar mengajar. Saat melakukan pengecekan kehadiran siswa di kelas, ia mendapati kondisi ruang kelas nyaris kosong. Dari puluhan bangku yang tersedia, hanya satu siswa yang terlihat berada di dalam kelas.
Merasa bertanggung jawab atas proses pembelajaran, Arpan kemudian berinisiatif mencari siswa lainnya di sekitar lingkungan sekolah.
Teguran Guru Berujung Kekerasan Fisik
Dalam pencariannya, Arpan menemukan sekelompok siswa berada di sekitar kantor sekolah, bukan di dalam kelas sebagaimana mestinya. Dengan pendekatan persuasif, ia meminta para siswa tersebut segera kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran.
Namun, bukannya menuruti arahan, para siswa justru membubarkan diri dan melarikan diri. Dari kejadian tersebut, hanya satu siswa berinisial MY (16) yang tertinggal.
Dalam upaya pendisiplinan, Arpan diketahui sempat melakukan kontak fisik berupa tendangan ringan ke arah pantat MY sebelum siswa itu pergi meninggalkan lokasi.
