Pramono Soroti Rumah di Bantaran Kali, Normalisasi 3 Sungai Berpotensi Gusur Warga

Selasa 27 Jan 2026, 19:19 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau pengerukan Kali Cakung Lama di Jakarta Utara, Selasa, 27 Januari 2026. (Sumber: Kominfo)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau pengerukan Kali Cakung Lama di Jakarta Utara, Selasa, 27 Januari 2026. (Sumber: Kominfo)

Target volume sedimentasi yang dikeruk mencapai sekitar 45.000 meter kubik. Hingga saat ini, progres pengerukan telah mencapai sekitar 13.000 meter kubik.

Pengerukan dilakukan menggunakan lima unit alat berat dan lima unit dump truck dengan kapasitas masing-masing lima meter kubik. Pekerjaan dilakukan secara rutin untuk memastikan kelancaran aliran air, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.

Pramono menegaskan normalisasi Kali Cakung Lama menjadi prioritas karena berdampak signifikan terhadap pengendalian banjir di sejumlah wilayah, seperti Kelapa Gading, Koja, Cilincing, Sukapura, hingga Semper Barat.

Baca Juga: Penjual Es Kue Viral Ngaku Kapok Jualan ke Jakarta usai Dituding Pakai Gabus dan Dianiaya

“Saya memutuskan pengerjaan ini tidak boleh dilakukan sepotong-sepotong. Harus diselesaikan hingga tuntas, karena jika selesai, dampaknya akan sangat besar bagi wilayah yang selama ini terdampak banjir,” katanya.

Ia juga menyoroti adanya bottleneck atau penyempitan aliran di bagian hilir, termasuk di Sungai Begog. Penanganan akan dilakukan melalui pelebaran saluran hingga sekitar 15 meter.

Pelebaran tersebut akan dibarengi pembangunan jalan inspeksi serta pembebasan lahan jika diperlukan.

“Lebih baik muara sungai dibuat lebih lebar agar aliran air tidak terhambat. Jika harus ada pembebasan lahan, tentu akan dilakukan sesuai ketentuan,” kata Pramono.


Berita Terkait


News Update