Ilustrasi transaksi TikTok PayLater di TikTok Shop sebagai metode cicilan belanja, bukan layanan pinjaman tunai. (Sumber: Youtube/@BKD Tutorials)

EKONOMI

Cara Terbaru Pinjam Uang di TikTok PayLater 2026, Bisa Cair ke Saldo DANA Tanpa Ribet

Selasa 27 Jan 2026, 19:49 WIB

POSKOTA.CO.ID - Di tengah meningkatnya popularitas fitur TikTok PayLater, banyak pengguna bertanya apakah limit PayLater bisa dicairkan menjadi uang tunai.

Pertanyaan ini kerap muncul seiring kebutuhan dana cepat dan kemudahan transaksi di TikTok Shop. Namun, benarkah TikTok PayLater dapat digunakan untuk pinjam uang langsung?

Sebuah video edukasi yang beredar di media sosial menjelaskan secara rinci mekanisme TikTok PayLater, termasuk risiko dan alternatif yang sering dicoba pengguna. Penjelasan ini penting agar masyarakat tidak keliru memahami fungsi PayLater dan terhindar dari potensi kerugian finansial.

Baca Juga: Solusi Finansial Digital 2026, PayLater Legal OJK Tawarkan Cicilan Ringan

TikTok PayLater Bukan Fitur Pinjaman Tunai

Melansir dari channel Youtube @BKD Tutorials, TikTok PayLater pada dasarnya adalah limit kredit khusus untuk belanja, bukan layanan pinjaman tunai seperti kredit online atau paylater dompet digital. Fitur ini hanya dapat digunakan untuk membeli produk di TikTok Shop dengan sistem cicilan.

“Kami sering dapat pertanyaan soal cara mencairkan TikTok PayLater. Perlu diluruskan, PayLater itu bukan buat tarik tunai, tapi limit belanja,” ujar kreator dalam video tersebut.

Hal ini sejalan dengan ketentuan resmi TikTok Shop yang menyebutkan bahwa PayLater hanya berlaku untuk transaksi pembelian produk tertentu dan tidak menyediakan fitur cash out atau penarikan saldo ke rekening bank maupun e-wallet.

Risiko Mencoba Mencairkan TikTok PayLater

Upaya mencairkan TikTok PayLater melalui cara tidak resmi berpotensi menimbulkan risiko serius. Salah satunya adalah pembekuan akun PayLater atau pembatasan akses layanan.

“Kalau ketahuan disalahgunakan, akun PayLater bisa dibatasi atau bahkan dibekukan,” kata kreator tersebut mengingatkan.

Risiko ini muncul karena praktik pencairan tidak sesuai dengan tujuan layanan. Selain itu, pengguna juga berpotensi mengalami kerugian finansial akibat selisih harga, biaya admin, dan potongan saat menjual kembali barang.

Cara yang Sering Dicoba: Beli Barang lalu Dijual Kembali

Meski tidak dianjurkan, sebagian pengguna mencoba “memutar” PayLater dengan membeli barang, kemudian menjualnya kembali untuk mendapatkan uang tunai. Salah satu produk yang sering digunakan adalah emas digital atau emas fisik dari merchant resmi seperti Laku Emas di TikTok Shop.

“Biasanya orang beli emas di TikTok Shop pakai PayLater, lalu emasnya dijual lagi supaya dapat uang,” jelas kreator.

Di TikTok Shop, pembelian emas dari Laku Emas dilakukan layaknya belanja biasa. Emas akan dikirim secara fisik dan kemudian dapat diredeem atau dijual kembali melalui aplikasi Laku Emas.

Perhitungan Biaya dan Potensi Kerugian

Namun, metode ini dinilai tidak efektif dan merugikan. Dalam contoh yang dijelaskan, pembelian emas senilai sekitar Rp160.000 hanya memiliki nilai emas riil sekitar Rp100.000 saat dijual kembali.

“Artinya, dari awal sudah rugi. Selisih harga, biaya admin, dan potongan jual bikin hasilnya jauh dari nominal belanja,” ungkapnya.

Kerugian ini belum termasuk kewajiban membayar cicilan PayLater beserta bunga atau biaya layanan sesuai tenor yang dipilih, mulai dari 1 hingga 6 bulan.

Baca Juga: Cara Aktivasi dan Menggunakan Livin’ Paylater by Bank Mandiri

Langkah Transaksi TikTok PayLater

Dalam video tersebut juga dijelaskan alur penggunaan TikTok PayLater:

Setelah barang diterima, barulah pengguna dapat menjualnya kembali melalui platform terkait, seperti aplikasi Laku Emas, untuk dicairkan ke rekening bank atau e-wallet.

Sebagai penutup, kreator kembali menegaskan bahwa TikTok PayLater tidak dirancang untuk pinjaman uang tunai. Upaya mencairkannya melalui jual beli barang dinilai berisiko, tidak efisien, dan berpotensi menimbulkan kerugian.

“Kalau memang butuh dana, lebih baik cari produk keuangan yang memang khusus pinjaman tunai, bukan memaksakan PayLater,” tutupnya.

Pernyataan ini menjadi pengingat penting bagi pengguna agar menggunakan TikTok PayLater secara bijak dan sesuai peruntukannya.

Tags:
TikTok PayLatercara mencairkan TikTok PayLaterrisiko TikTok PayLaterbeli emas pakai PayLater

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor