Pengerukan Kali Sepak di Kembangan, Jakarta Barat, Senin, 26 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Pramono Tinjau Pengerukan Kali Sepak, Pemprov DKI Kerahkan 200 Ekskavator Antisipasi Banjir

Senin 26 Jan 2026, 18:57 WIB

KEMBANGAN, POSKOTA.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung pengerukan Kali Sepak di Kembangan, Jakarta Barat, Senin, 26 Januari 2026. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi Kali Sepak yang tengah dikeruk.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin) SDA Jakarta Barat Purwanti mengatakan, pengerukan Kali Sepak bertujuan meningkatkan kapasitas tampung air, memperlancar aliran, serta mengatasi pendangkalan akibat endapan lumpur dan sampah.

“Kegiatan ini memiliki dampak untuk mengurangi genangan pada wilayah Kel. Kembangan Utara dan Kel. Kembangan Selatan,” kata Purwanti kepada Poskota.

Tak hanya Kali Sepak, sejumlah kali di wilayah DKI Jakarta juga tengah dikeruk sebagai upaya penanganan banjir. Langkah ini sekaligus menjadi bahan evaluasi Pemprov DKI Jakarta terkait banjir yang terjadi saat cuaca ekstrem melanda Jakarta.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengerahkan 200 ekskavator untuk mengeruk kali-kali sebagai langkah preventif menghadapi potensi banjir.

Baca Juga: Pramono Anung Minta Wali Kota Buat Aturan Tegas soal Buang Sampah Sembarangan

Pramono mengatakan pengerukan dilakukan menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut.

“Karena dari data BMKG, ada kemungkinan besok, besok, itu juga curah hujannya tinggi. Sehingga dengan demikian kami tetap melakukan penggalian, ada 200 ekskavator ya, ada 200 ekskavator di lima wilayah,” kata Pramono kepada wartawan.

“Dan mudah-mudahan apa tindakan preventif yang kita lakukan tetap bisa mengurangi dampak dari banjir yang ada di Jakarta,” tambahnya.

Salah satu kali yang menjadi muara di Jakarta, yakni Kali Sepak di Kembangan, menjadi titik pengerukan intensif.

“Saya ingin sekali lagi mengecek, karena memang tempat ini sebenarnya secara rutin penggalian dilakukan untuk menjaga supaya air itu bisa turun,” ucap Pramono.

“Karena ini muaranya lintas provinsi, sehingga dengan demikian ini salah satu muara utama selain Kali Sepak, Kali Pesanggrahan, Mookervart, Angke, dan sebagainya,” sambungnya.

Normalisasi Tiga Sungai Utama

Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan normalisasi tiga sungai utama sebagai penanganan banjir jangka panjang, yakni Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Sungai Cakung Lama.

“Jakarta akan melakukan normalisasi untuk tiga sungai utama. Yang pertama adalah Ciliwung, yang kedua Krukut, yang ketiga adalah Cakung Lama,” kata Pramono.

“Dan saya sudah minta untuk segera ini diputuskan,” sambungnya.

Pramono menyebut progres normalisasi Sungai Ciliwung akan segera dimulai melalui kerja sama dengan pemerintah pusat.

“Kalau yang Ciliwung sudah segera dimulai dengan pemerintah pusat, dengan PU, untuk membuat tanggul dan sebagainya. Sedangkan untuk Krukut dan Cakung Lama kita mulai tahun ini. Nah, kalau itu bisa dilakukan saudara-saudara sekalian, maka menengahnya kita sudah melakukan antisipasi,” jelas Pramono.

“Walaupun tetap yang namanya Jakarta itu kalau curah hujannya di atas 200 pasti terus ada penanganan banjir,” tambahnya.

Tags:
Jakarta BaratKali SepakpengerukanPramono Anung

Pandi Ramedhan

Reporter

Fani Ferdiansyah

Editor