Alvaro menceritakan ciri-ciri pelaku, yakni menggunakan sweater kupluk berwarna hijau hitam, sedangkan rekan pelaku mengenakan jaket kupluk warna putih mengendarai sepedai motor jenis Honda Beat warna Biru-Hitam.
Akibat kejadian ini, korban mengalami trauma dan hingga saat ini meminta izin sementara untuk tidak bersekolah.
"Pasca kejadian jadi trauma sampai sekarang ijin tidak masuk sekolah selain itu baju seragam juga kebawa sama pelaku," ujarnya.
Baca Juga: Pria Ditemukan Tewas di Kontrakan Kampung Bali Kalideres, Polisi Duga Korban Meninggal karena Sakit
Lebih lanjut, ibu korban, Armawati, 40 tahun mengaku tidak terima atas kejadian yang dialami oleh anaknya tersebut.
"Saya biasa tidak pernah ngasih anak bawa motor sendirian. Setelah kejadian ini, saya tidak terima pelaku telah memukul anak saya beberapa kali pada bagian lengan tangan dan bagian belakang kepala," ujar Armawati.
Ia mengungkapkan, sepeda motor yang dicuri behal tersebut merupakan kendaraan yang sehari-hari digunakan untuk pergi bekerja.
"Saya bekerja sebagai operator SPBU di Tapos, sehari-hari motor yang hilang digunakan buat transportasi kerja. Setelah motor hilang mendapat informasi dari anak langsung naik ojek online langsung ke TKP," ungkapnya.
Setelah mengetahui peristiwa pembegalan yang menimpa anaknya tersebut, Amrawati pada sore harinya langsung membuat laporan ke Polsek Cimanggis.
"Pelaku dapat segera ditangkap dan diberikan hukuman setimpal. Supaya tidak ada lagi korban lainnya lagi," kata dia.
Baca Juga: Petugas Gabungan Bantu Warga Bersihkan Lokasi Bekas Banjir di Tangerang
Sementara itu, Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono mengatakan kasus pencurian pencurian sepeda motor milik pelajar tersebut kini masih dalam proses penyelidikan.
