“Kami juga memberikan bantuan sembako, mendirikan tenda, serta melakukan pengobatan gratis untuk masyarakat terdampak banjir,” jelas Desma.
Tidak hanya bantuan fisik, pihak kepolisian juga memberikan pendampingan psikologis berupa trauma healing kepada ibu-ibu dan anak-anak agar tetap tenang dan tidak mengalami trauma berkepanjangan akibat bencana banjir.
“Kami melakukan trauma healing kepada ibu-ibu dan anak-anak agar kondisi psikologis mereka tetap terjaga,” tambahnya.
Baca Juga: Ikuti Kebijakan Pemprov Jabar, ASN Depok Mulai WFH Setiap Kamis
Dikatakan, dalam penanganan banjir ini, Polsek Carenang terus melakukan koordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Serang serta unsur terkait lainnya guna mempercepat penanganan dan penyaluran bantuan.
Kapolsek menyebutkan, hingga saat ini kondisi genangan air di wilayah hukum Polsek Carenang belum surut dan masih memerlukan pemantauan lanjutan. Hal ini disebabkan hujan yang masih berlangsung dan berpotensi meningkatkan debit air Sungai Cidurian.
"Sebagai langkah antisipasi, kami mengimbau masyarakat untuk memutus aliran listrik di rumah yang terendam banjir serta mengawasi anak-anak agar tidak bermain di area banjir demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya. (rah)
