Pengalaman nyaris celaka juga pernah dialami Ryan saat sedang mengantar pesanan di tengah hujan. Karena terburu-buru dan pandangan terhalang genangan, ia tidak menyadari adanya lubang di jalan.
“Pernah saya hampir jatuh lagi mau anterin orderan, gara-gara buru-buru juga hujan waktu itu. Ada genangan saya nggak engeh, saya terobos, eh ternyata lubang. Hampir jatuh waktu itu,” kata Ryan.
Ia pun berharap pemerintah segera melakukan perbaikan yang lebih serius demi keselamatan para pengguna jalan.
Baca Juga: Polisi Pastikan Isu Es Gabus Berbahan Busa Kasur di Kemayoran Tidak Benar
“Harapannya mah kalau bisa ditambel permanen, jangan asal perbaiki aja, percuma,” ungkanya.
Keluhan serupa disampaikan pengemudi ojek online lainnya, Azis, 27 tahun. Ia menilai jalan berlubang menjadi ancaman serius, terutama saat hujan turun dan lubang tertutup air sehingga tidak terlihat.
“Bahaya itu jalan rusak, apalagi pas hujan. Kadang genangan itu kita nggak engeh kalau itu berlubang, jadi diterobos aja. Hampir jatuh saya,” ujar Azis.
Azis berharap perbaikan jalan dapat dilakukan dengan cepat sebelum menelan korban. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama.
“Harapannya sih cepat diperbaiki aja, jangan sampai makan korban jiwa baru diperbaiki,” katanya. (cr-4)
