Warga Binaan Rutan Cipinang Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri

Jumat 23 Jan 2026, 18:46 WIB
Ilustrasi, seorang warga binaan di Rutan Kelas I Cipinang ditemukan meninggal dunia di sel, diduga bunuh diri. (Sumber: freepik)

Ilustrasi, seorang warga binaan di Rutan Kelas I Cipinang ditemukan meninggal dunia di sel, diduga bunuh diri. (Sumber: freepik)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Seorang warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Cipinang berinisial SAK, 38 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam rutan pada Kamis, 22 Januari 2026. Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Peristiwa tersebut terjadi di Gedung R.A. Koesnoen, di area tangga lantai 3 Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur. Korban ditemukan sekitar pukul 18.02 WIB.

“Benar terjadi seorang pria warga binaan berinisial SAK, 38 tahun ditemukan meninggal dunia diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di Rumah Tahanan Kelas 1 Cipinang, pada Kamis, 22 Januari 2026 sekitar pukul 18.02 WIB,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Jumat, 23 Januari 2026.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas menemukan barang bukti berupa kain yang dililit dan diikat menyerupai tali.

Baca Juga: Suami Istri Jadi Bandar Narkoba, Polisi Sita 1,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Korban diketahui bernama Sayyidina Anwar Khusuma alias Awang, lahir di Jakarta pada 13 Juli 1987.

"Dari data awal, korban ditemukan dengan luka ikatan di leher dan barang bukti berupa kain yang dilinting menyerupai tali," ucap Budi.

Diketahui korban merupakan warga Jakarta Timur dan berstatus sebagai tahanan dalam perkara dugaan penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. 

Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat tidak berada di dalam sel saat dilakukan pengecekan rutin warga binaan. Petugas rutan kemudian melakukan penyisiran hingga akhirnya korban ditemukan di area tangga lantai 3.

Baca Juga: Transjakarta Klarifikasi Video Bus Terendam Air, Tegaskan Bukan Armada Resmi

"Jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan saat ini peristiwa tersebut masih dalam proses pendalaman serta penyelidikan oleh Polres Metro Jakarta Timur," jelas Budi.


Berita Terkait


News Update