Lurah Rawa Terate, Jainuddin saat di wawancarai Poskota, Jumat, 23 Januari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

JAKARTA RAYA

Tiga RT di Rawa Terate Terendam Banjir, Lebih dari Seribu Warga Terdampak

Jumat 23 Jan 2026, 21:33 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Banjir yang melanda wilayah Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur kembali merendam permukiman warga sejak Kamis, 22 Januari 2026

Lurah Rawa Terate, Jainuddin mengungkapkan, sedikitnya tiga RT dari dua RW terdampak banjir akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, wilayah yang paling parah terdampak banjir ini berada di RT 10, disusul RT 15 dan RT 16. 

“Yang terdampak itu ada tiga RT, terutama yang paling parah di sini RT 10. Ada RT 16 sama RT 15, dari dua RW,” ujar Jainuddin saat ditemui Jumat, 23 Januari 2026.

Dari pendataan sementara, jumlah warga terdampak di RT 10 mencapai sekitar 800 jiwa. Sementara jika digabung dengan dua RT lainnya, total warga yang terdampak banjir diperkirakan mencapai lebih dari seribu orang. 

Baca Juga: Atap Sekolah Ambruk, Gubernur Jabar Minta Siswa SMAN 2 Gunung Putri Tetap Lakukan KBM

“Di sini kurang lebih 800, di sana kurang lebih 1000 lah, 1100-an dari dua RW,” ucap Jainuddin.

Jainuddin mengatakan, bantuan dari pemerintah sudah mulai disalurkan kepada warga terdampak. Sejumlah instansi terlibat dalam penanganan banjir, mulai dari Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

Selain itu, pemerintah kota bersama jajaran kelurahan, RT, dan RW juga melakukan kerja bakti membersihkan sisa genangan. 

“Tadi pagi kerja bakti bersama dengan Wali Kota Jakarta Timur, kemudian dari SKPD-SKPD terkait seperti BPBD dan lain sebagainya,” katanya.

Baca Juga: Banjir dan Curah Hujan Tinggi, Pemprov DKI Terapkan Kebijakan Sekolah dan Kantor Bekerja dari Rumah

Ia mengakui, banjir di Rawa Terate merupakan peristiwa yang hampir terjadi setiap tahun terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Kondisi geografis wilayah yang cekung dan berada di pinggir kali membuat kawasan ini rawan terendam. 

“Kalau hujannya intensitasnya agak tinggi ya di sini pasti terdampak, karena memang agak cekung dan di pinggir kali,” ujarnya.

Meski demikian, Jainuddin menyebut penanganan banjir kini sudah jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan pompa air berkapasitas besar serta pengerukan kali oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA). Pompa air dengan kapasitas sekitar 1.300 liter per detik dinilai cukup efektif mempercepat surutnya genangan. 

“Yang dulu awalnya di sini sampai berhari-hari, sekarang paling lama sehari sudah kering. Tadi masih banjir, sekarang sudah kering banget,” kata dia.

Baca Juga: Banjir Lebih dari Sepekan Rendam Ratusan Rumah Warga, Ketinggian Air di Jayanti Capai 4 Meter 

Selain pompa, pengerukan kali yang dilakukan pada akhir Desember lalu juga membantu memperlancar aliran air. Jainuddin menegaskan, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah kelurahan bersama instansi terkait untuk meminimalkan dampak banjir di wilayah tersebut.

Menghadapi prediksi BMKG yang menyebut curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi hingga akhir Februari, pihak kelurahan terus meningkatkan kesiapsiagaan. Warga diminta mengamankan barang-barang berharga dan bersiap jika sewaktu-waktu banjir kembali datang. Posko-posko pengungsian juga telah dipetakan sebagai langkah antisipasi. 

“Kami sudah menentukan titik-titik posko kalau seandainya memang terjadi lagi. Tapi kita berharap mudah-mudahan enggak terjadi lagi,” kata Jainuddin.

Ia menambahkan, sebagian besar warga Rawa Terate sudah terbiasa menghadapi banjir dan banyak rumah memiliki lantai dua sehingga tidak perlu mengungsi. Hanya sebagian kecil warga di RT 16 yang sempat mengungsi saat banjir kali ini.

Ke depan, pemerintah berencana menambah pompa air dengan kapasitas lebih besar pada tahun 2026. Pompa lama rencananya akan dipindahkan ke wilayah dekat perbatasan Jakarta Utara untuk mempercepat proses penyedotan air. Selain itu, keberadaan bendungan di sekitar wilayah tersebut juga diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang.

“Insyaallah nanti di tahun 2026 ini ada pompa lagi yang lebih besar dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas SDA. Kita berharap nanti penanganan makin cepat dan banjir bisa segera surut,” pungkas Jainuddin. (cr-4)

Tags:
Jakartapompa airCakungJakarta Timur Rawa Terategenanganbanjir

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor