Isnawa menyampaikan bahwa genangan dapat ditangani dengan cepat berkat upaya kolaboratif lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
BPBD DKI Jakarta bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, serta PPSU kelurahan mengerahkan personel dan peralatan pendukung ke lapangan.
"Seperti pompa mobile dalam menyedot genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," ujarnya.
Selain unsur pemerintah, dikatakan Isnawa peran masyarakat juga turut dilibatkan dalam proses penanganan banjir.
"Peran dari unsur masyarakat juga dilibatkan dalam upaya ini seperti pihak RT/RW, FKDM, dan tokoh masyarakat lainnya," ungkap dia.
Isnawa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," katanya. (cr-4).
