SERANG, POSKOTA.CO.ID – Polda Banten menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan tema “Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW Memperteguh Keimanan dan Ketakwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial”.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gawekuta Baluarti Polda Banten, Kamis, 22 Januari 2026, dihadiri Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, penceramah Ustadz Das’ad Latif, Wakapolda Banten Brigjen Hendra Wirawan, Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar K.H. Embay Mulya Syarif, serta para pejabat utama Polda Banten.
Turut hadir Kabintal Korem Kapten Inf Supriyanto, Koordinator Kejati Banten Arief Wibowo, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten Dr. H. Amrulloh, para ulama, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh agama.
Baca Juga: DPR Soroti Maraknya Scam Lintas Negara yang Jerat WNI, Desak Kolaborasi Global Diperkuat
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial Polda Banten.
Dalam sambutannya, Kapolda Banten menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai keimanan dan keteladanan bagi umat Islam, termasuk bagi insan Bhayangkara.
"Peristiwa ini menjadi momentum penting untuk memperkuat spiritualitas dalam menjalankan tugas kepolisian serta membentuk karakter personel Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," kata Irjen Pol Hengki.
Ia menjelaskan Isra Mi’raj terdiri dari dua peristiwa besar, yakni Isra dan Mi’raj. “Dalam peristiwa Isra, Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Sedangkan dalam peristiwa Mi’raj, beliau dinaikkan hingga Sidratul Muntaha,” ungkapnya.
Sementara itu, Ustadz Das’ad Latif dalam tausiyahnya menegaskan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan peristiwa spiritual yang sarat makna. Ia menyebut peristiwa tersebut terjadi pada masa sulit Nabi Muhammad SAW, setelah wafatnya istri dan paman beliau.
Menurut Das’ad Latif, melalui Malaikat Jibril, Allah SWT mengundang Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha sebagai bentuk penguatan di tengah kesedihan. Perjalanan itu juga menjadi sarana untuk memperlihatkan sebagian kebesaran Allah SWT kepada umat manusia.
Baca Juga: Viral Pengemudi Mobil Tewas di Tengah Macet Banjir Latumenten, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
