Menurutnya, rencana penempatan monumen alutsista itu sudah masuk dalam konsep awal penataan Bundaran Jati yang kini lebih rapi dan minim kemacetan.
"Ini kan tujuannya untuk mempercantik nuansa kota. Kalau kosong estetika kotanya terasa kurang cantik," ucapnya.
Sebagai kota yang dijuluki Kota Militer, Cimahi memang memiliki sejarah panjang terkait dunia kemiliteran. Sejak era kolonial Belanda, wilayah ini dikenal sebagai pusat pendidikan dan markas militer strategis.
Baca Juga: Pria 60 Tahun di Serang Tewas Tercebur Sumur saat Bangun Kandang Bebek
Keberadaan monumen Rudal Rapier di Bundaran Jati pun melengkapi deretan alutsista lain yang sudah lebih dulu terpasang di sejumlah titik.
"Di antaranya Tank AMX 13 APC dan Panser Saladin di Taman Perjuangan Jalan HMS Minaredja, monumen tank di Taman Adiraga dan Taman Sriwijaya, serta Meriam M-48 di perbatasan Kota Cimahi, Kelurahan Padasuka," ungkapnya.
Untuk diketahui, faktanya sekitar 30 persen wilayah Kota Cimahi memang kawasan militer. Secara historis sudah begitu sejak zaman Belanda, meski di titik lain temanya berbeda. (gat)
