SERANG, POSKOTA.CO.ID – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural di Arab Saudi asal Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang bernama Latiah mengaku ingin pulang ke kampung halamannya karena sakit.
Namun keinginannya terhambat lantaran ia diminta membayar biaya sebesar Rp40 juta kepada sponsor yang memberangkatkannya.
Wakil Bupati Serang, Najib Hamas mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang telah melakukan penelusuran bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang terkait keberangkatan Latiah.
“Setelah dicek, benar yang bersangkutan berangkat secara nonprosedural melalui sponsor dari Kota Serang. Meski demikian, Pemkab Serang akan tetap melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia,” kata Najib Hamas.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Dari informasi yang diketahui dari video yang beredar. Latiah mengaku saat ini berada di salah satu kantor di Riyadh dan telah bekerja hampir satu tahun di Arab Saudi sebelum akhirnya jatuh sakit.
Latiah juga mengungkapkan dirinya diberangkatkan ke Arab Saudi oleh seorang sponsor bernama Harti yang berasal dari PT Bahana. Namun kondisi kesehatannya yang memburuk membuatnya tidak mampu melanjutkan pekerjaannya.
“Saya di sini sakit, tidak kuat lagi bekerja. Saya mengalami pendarahan dan sekarang sudah lebih dari tiga bulan diisolasi,” kata Latiah dalam videonya.
Sementara itu, Ayah Latiah, Apas mengatakan anaknya berangkat ke Arab Saudi tanpa seizin dirinya melainkan atas persetujuan suaminya.
Apas mengatakan suami Latiah justru menghilang dan tidak bertanggung jawab.
“Anak saya sudah hampir satu tahun di Arab Saudi. Niatnya ingin bekerja untuk menafkahi suami dan orang tuanya, tapi di sana dia mengalami pendarahan,” kata Apas.
Menurut Apas, ketika anaknya meminta dipulangkan karena tidak sanggup lagi bekerja, pihak sponsor justru meminta uang sebesar Rp40 juta sebagai syarat pemulangan.
“Saya tidak punya uang sebanyak itu. Untuk makan sehari-hari saja susah. Saya mohon bagaimana caranya supaya anak saya bisa pulang, karena anak saya sakit dan ingin pulang,” ujarnya.