Model tersebut juga dipersiapkan untuk memenuhi standar dan preferensi pasar Jepang, memperkuat posisinya sebagai produk dengan daya saing global.
Model lain yang mencatatkan lonjakan signifikan adalah Hyptec HT, khususnya varian Premium. Sepanjang 2025, Hyptec HT membukukan penjualan sebanyak 4.038 unit, meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya minat konsumen pada kendaraan listrik di segmen premium.
Baca Juga: Motor Listrik Polytron Kini Didukung Fast Charger Portabel 25A, Ini Fungsinya
Sementara itu, AION Y Plus tetap menjadi salah satu tulang punggung volume penjualan GAC Indonesia. Model ini mencatatkan penjualan sebanyak 1.774 unit pada 2025, dengan peningkatan sekitar 1,5 kali dibandingkan tahun 2024.
Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa AION Y Plus masih relevan bagi konsumen yang mencari kendaraan listrik dengan orientasi kenyamanan dan fungsionalitas keluarga. CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pasar terhadap produk GAC.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan konsumen Indonesia. Berdasarkan data GAIKINDO, penjualan GAC di 2025 terbukti lebih baik dibandingkan 2024, dengan AION V dan AION UT menjadi model terlaris. Tidak tertinggal juga AION Y Plus dan Hyptec HT juga sebagai kontribusinya menunjukkan bahwa portofolio produk GAC semakin diterima oleh pasar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat eksistensinya di Tanah Air.
“Kami berterima kasih kepada seluruh konsumen, jaringan diler, dan mitra yang telah menjadi bagian dari pertumbuhan GAC Indonesia. Ke depan, kami akan terus berfokus menghadirkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” kata Andry.
Dengan tren penjualan yang terus menguat secara tahunan serta dukungan model-model yang juga sukses di pasar global, GAC Indonesia optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan di segmen kendaraan listrik nasional.
