Arus modal asing ke Indonesia tercatat kuat, namun rupiah justru melemah. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meminta penjelasan Bank Indonesia terkait pergerakan nilai tukar tersebut. (Sumber: Instagram/@menkeuri)

EKONOMI

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Padahal Modal Asing Deras Masuk ke Indonesia

Rabu 21 Jan 2026, 16:08 WIB

POSKOTA.CO.ID - Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan publik. Di tengah derasnya arus modal asing yang masuk ke Indonesia, rupiah justru mengalami pelemahan hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS.

Kondisi ini membuat Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dan mempertanyakan penyebabnya.

Purbaya menilai pelemahan rupiah terjadi di saat yang tidak lazim. Secara teori, masuknya capital inflow dalam jumlah besar seharusnya mampu menopang penguatan nilai tukar. Namun fakta di lapangan menunjukkan rupiah justru bergerak melemah.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa kewenangan menjaga stabilitas nilai tukar sepenuhnya berada di tangan Bank Indonesia (BI). Ia menolak anggapan bahwa pemerintah dapat mencampuri kebijakan moneter yang dijalankan bank sentral.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Yakin Pelemahan Rupiah Bisa Diatasi Cepat, Ini Penyebabnya

"Tanya saja ke bank sentral apa yang terjadi. Ketika capital inflow masuk ke sini besar, kenapa rupiah melemah? Coba tanya mereka deh, karena saya enggak bisa intervensi untuk kebijakan nilai tukar, itu otoritas bank sentral," ujar Purbaya saat ditemui awak media di lingkungan Kementerian Keuangan, Selasa 20 Januari 2026.

Fundamental Ekonomi Jadi Kunci Penguatan Rupiah

Menurut Purbaya, tugas utama pemerintah adalah menjaga dan memperkuat fundamental ekonomi nasional. Perbaikan struktur ekonomi diyakini akan mendorong peningkatan aktivitas usaha dan menciptakan sentimen positif di mata investor.

Ia menilai kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia sejatinya masih terjaga. Hal tersebut tercermin dari kinerja pasar saham domestik yang terus menguat dan bahkan berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Baca Juga: Strategi Menkeu Purbaya Perkuat Ekonomi Indonesia di Tengah Pelemahan Rupiah

Pasar Saham Cetak Rekor, Dolar Seharusnya Melimpah

Purbaya menyoroti indeks saham yang menembus level 9.100 sebagai sinyal kuat adanya aliran dana investor, termasuk dari luar negeri. Menurutnya, lonjakan pasar modal tidak mungkin terjadi tanpa dukungan dana segar.

Masuknya investor asing ke pasar keuangan domestik seharusnya menambah pasokan dolar AS. Sebab, dana tersebut harus dikonversi ke rupiah sebelum digunakan untuk berinvestasi.

"Jadi harusnya kalau lihat dari sisi suplai, dolar harusnya enggak kekurangan. Cuma Anda mesti tanya ke bank sentral. Kalau bagian saya, ekonomi kita jaga terus dan kita akan perbaiki terus ke depan, maka rupiah akan cenderung menguat," imbuh Purbaya.

Baca Juga: Purbaya Ungkap Wacana Tukar Posisi Wamenkeu dan Deputi Gubernur BI

Pelemahan Rupiah Dinilai Masih Aman

Meski rupiah melemah, Purbaya menilai kondisi tersebut masih berada dalam batas wajar. Ia menyebut depresiasi rupiah sekitar 2 persen hingga 3 persen secara year to date masih relatif aman dan belum menimbulkan tekanan berarti terhadap perekonomian nasional.

Dengan kondisi sistem keuangan yang tetap terjaga, dampak pelemahan rupiah terhadap sektor riil dinilai masih minim. "Jadi harusnya sistem kita terjaga. Jadi kemungkinan dampak ke ekonomi akan minimum," tutupnya.

Dengan tetap terjaganya stabilitas sistem keuangan dan perbaikan fundamental ekonomi yang terus dilakukan pemerintah, pelemahan rupiah saat ini dinilai masih berada dalam batas wajar.

Ke depan, sinergi kebijakan antara otoritas fiskal dan moneter diharapkan mampu menjaga kepercayaan investor serta mendorong nilai tukar rupiah bergerak lebih stabil seiring meningkatnya aktivitas ekonomi nasional.

Tags:
rupiah melemahcapital inflowPurbayaPurbaya Yudhi Sadewa Menteri KeuanganMenkeuNilai tukar rupiah

Aldi Harlanda Irawan

Reporter

Aldi Harlanda Irawan

Editor