TAMAN SARI, POSKOTA.CO.ID - Pedagang pernak-pernik di kawasan Pecinan Glodok, tepatnya di Petak Sembilan, Taman Sari, Jakarta Barat, bersiap menyambut perayaan Imlek yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026 mendatang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak masyarakat sudah mulai ramai mendatangi kawasan Pecinan untuk melihat-lihat pernak-pernik yang dijual sejumlah pedagang.
Pengungjung yang datang ke lokasi ini mayoritas merupakan dari etnis Tionghoa. Meski begitu, suasana di Pecinan Glodok sore hari sangat syahdu meski ramai sekali orang.
Salah satu pedagang pernak-pernik imlek, Susan, 40 tahun mengatakan, saat ini penjualan pernak-pernik imlek belum begitu terlihat ada peningkatan. Namun ia menyebut antusias masyarakat sudah terlihat.
Baca Juga: Musim Hujan Tak Dongkrak Harga Pangan, Cabai hingga Telur Turun di Pasar Cempaka Putih
"Kalau penjualan belum keliatan, tapi mungkin antusiasnya udah keliatan. Dari kemarin udah mulai banyak yang melihat-lihat, nanya-nanya harga," kata Susan, Rabu, 21 Januari 2026.
Susan mengatakan, dari pengalaman perayaan Imlek di tahun sebelumnya, penjualan pernak-pernik ini bisa mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat dari biasanya.

Namun, ia menjelaskan bahwa peningkatan volume penjualan ini biasanya mulai terlihat seminggu sebelum hari H perayaan.
"Kalau umumnya sih ya nyampe lah. Ada tiga kali lipat mah nyampe. Cuma kan ini kita kalau dagang-dagang pernak-pernik begini kan tergantung shio," ungkapnya.
Baca Juga: Harga Pangan Turun, Warga Jakarta Khawatir Lonjakan Terjadi Jelang Ramadan
Imlek tahun ini yaitu Shio Kuda Api. Susan mengatakan, dirinya mengurangi stok penjualan pernak-pernik pada momen perayaan Imlek dengan Shio Kuda Api tahun ini.
"Saya sih kurang begitu paham, cuma katanya lebih baik Shio Ular dan Naga, kalau bagi pedagang ya," ujarnya.
Pedagang kue kering, Rijal mengatakan pada momen Imlek, penjualan kue kering juga mengalami peningkatan bisa sampai tiga kali lipat. Ia memprediksi akan ramai penjualan tahun ini.
"Kayak kacang-kacangan, kacang almond, terus sama kue-kue buat cemilan biasanya yang paling laku," kata Rijal.
Baca Juga: Polsek Sukmajaya Bekuk Pelaku Penjualan Obat Psikotropika Golongan G Secara Ilegal
Rijal sendiri mengaku sebagai pedagang sudah mempersiapkan dagangan untuk dijual pada perayaan Imlek nanti. Untuk kue, ia menyebut kemungkinan akan menambah stok.
"Saya optimis penjualan ramai, Imlek tahun ini diharapkan juga ramai orang yang datang ke Petak Sembilan," ujarnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Vivi, 29 tahun mengungkapkan bahwa dirinya sengaja datang ke kawasan Petak Sembilan, Pecinan Glodok, dari Tanjung Duren untuk melihat sekaligus membeli berbagai pernak-pernik yang dijual di lokasi tersebut.
"Buat meramaikan aja ya kalau beli pernak-pernik. Kebetulan saya enggak pulang ke Bangka (kampung), jadi beli juga enggak banyak-banyak," kata Vivi.
Wanita yang merantau ke Jakarta dan bekerja di salah satu perusahaan ini mengaku, Pecinan Glodok menjadi salah satu lokasi favorit dirinya ketika misalnya sedang libur kerja.
"Karena di sini destinasi juga ya, kalau saya sih ke sini ngincer kulinernya yang enak-enak," ucapnya.
Baca Juga: Tiga Orang Penambang Ilegal di Area Tambang PT Antam Belum Ditemukan, Tim SAR Hentikan Pencarian
Pada Imlek tahun ini, Vivi mengatakan tidak berharap banyak. Ia hanya meminta agar tubuhnya selalu diberikan kesehatan pekerjaan yang dia jalani saat ini lancar dan sukses.
"Tapi lebih daripada itu, semoga negara ini bisa semakin inklusif dengan kaum-kaum minoritas ini," ujar dia.
Pecinan Glodok sendiri menawarkan perpaduan unik wisata budaya, sejarah, dan kuliner, dengan atraksi utama seperti Vihara Dharma Bakti dan Gereja Santa Maria de Fatima.
Di Petak Sembilan, terdapat banyak pedagang pernak-pernik imlek. Sementara jika ingin kulineran, masyarakat bisa melihat kawasan Petak Enam. (pan)