Jembatan Gantung di Lebak Ambruk, Tiga Pengendara Motor Jatuh ke Sungai

Rabu 21 Jan 2026, 20:29 WIB
Sejumlah warga di Lebak saat evakuasi siswa yang jatuh dari jembatan gantung yang ambruk. (Sumber: Istimewa)

Sejumlah warga di Lebak saat evakuasi siswa yang jatuh dari jembatan gantung yang ambruk. (Sumber: Istimewa)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Jembatan gantung yang merupakan penghubung antar desa dan antar kecamatan di Kabupaten Lebak ambruk pada Rabu, 21 Januari 2026 sekitar pukul 14.15 WIB.

Diketahui, jembatan gantung dengan kondisi tidak layak tersebut merupakan akses penghubung Desa Cilangkap, Kecamatan Wanasalam dan Desa Sinanghati, Kecamatan Malingping.

Mengetahui hal itu, anggota DPRD Banten, Musa Weliansyah mengungkapkan ada tiga unit sepeda motor yang ditumpangi lima orang siswa SMP Negeri 3 Wanasalam terjatuh ke sungai.

"Mereka hendak pulang sekolah, saat melintas di jembatan itu, tiba-tiba jembatan ambruk akibat tali selingnya putus, hinga mereka jatuh ke sungai," kata Musa.

Baca Juga: Ribuan Bidang Aset Milik Pemkab Pandeglang Belum Sertifikat

Musa mengatakan, dua orang korban hanya mengalami luka-luka, sementara satu lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping untuk mendapatkan perawatan medis.

"Korban selamat, namun dua orang mengalami luka, satu dilarikan ke RSUD Malingping," katanya. 

Adapun terkait penyebab jembatan tersebut ambruk, Musa mengatakan karena kondisi bangunan yang sudah rapuh karena 10 tahun tak mendapatkan perbaikan.

"Jadi memang jembatan gantungnya sudah rapuh, sudah 10 tahun belum diperbaiki lagi," ujarnya. 

Baca Juga: Lokasi Syuting Film Don Lee dan Lisa BLACKPINK di Karst Citatah, Bikin Warga Bandung Barat Geger

Musa membenarkan, jembatan itu merupakan akses vital bagi masyarakat, karena menjadi jalur utama yang menghubungkan dua desa dan dua kecamatan.

"Jembatan itu sangat vital, karena menghubungkan dua desa dari dua kecamatan tadi," kata Musa. 

Lebih lanjut, ia mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak segera berupaya memperbaiki jembatan sehingga aktivitas warga bisa kembali normal.

Baca Juga: PMI Non Prosedural Asal Serang Sakit Pendarahan di Arab Saudi, Ingin Pulang Harus Bayar Rp40 Juta

"Harus segera ditangani, supaya aktivitas masyarakat tidak terhambat," tegasnya. (fat)


Berita Terkait


News Update