Ilustrasi isu mati listrik 7 hari (Sumber: Pixabay/Alexandra_Koch)

Nasional

Isu Mati Listrik 7 Hari Ramai Dibahas, Masyarakat Perlu Tahu Langkah Berikut Ini!

Selasa 20 Jan 2026, 10:49 WIB

POSKOTA.CO.ID - Isu kemungkinan terjadinya pemadaman listrik dan internet selama tujuh hari belakangan mencuat di media sosial dan ruang diskusi publik, apakah benar akan adanya mati listik 7 hari?

Meski belum ada pernyataan resmi dari otoritas, skenario terburuk seperti bencana alam besar, gangguan sistem nasional, serangan siber, hingga konflik global membuat masyarakat mulai bertanya: jika benar terjadi, apa yang harus disiapkan?

Dalam dunia modern yang sangat bergantung pada listrik dan konektivitas digital, blackout total selama sepekan bukan sekadar ketidaknyamanan.

Kondisi tersebut berpotensi memicu gangguan distribusi pangan, lumpuhnya layanan keuangan, hambatan komunikasi, hingga risiko keamanan sosial. Karena itu, kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci.

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

Mengapa Isu 7 Hari Tanpa Listrik dan Internet Patut Diseriusi?

Ilustrasi mati listrik selama 7 hari (Sumber: Unsplash/Andrey Metelev)

Ketergantungan masyarakat terhadap listrik dan internet kini mencakup hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari air bersih, sistem pembayaran, komunikasi, hingga logistik pangan.

Ketika listrik padam berkepanjangan, jaringan seluler pun berisiko ikut lumpuh karena keterbatasan cadangan daya BTS.

Tanpa internet, arus informasi sulit diverifikasi, hoaks mudah menyebar, dan kepanikan sosial bisa meningkat.

Para ahli kebencanaan menyebut tujuh hari pertama krisis sebagai fase paling rentan, ketika bantuan belum sepenuhnya tiba dan ketahanan keluarga diuji.

Baca Juga: Gubernur Aceh Mualem Punya Istri Berapa dan Siapa Saja Anaknya? Ini Profil Keluarga Muzakir Manaf yang Diduga Nikah Lagi di Malaysia

Panduan Bertahan Hidup Hari ke Hari Tanpa Listrik dan Internet

Ini cara bertahan hidup hari ke hari tanpa listrik dan internet dilansir dari channel YouTube Sekilas Uang dan The Guardian pada Selasa, 20 Januari 2026:

Hari 1–2: Fase Transisi dan Adaptasi

Pada tahap awal, fokus utama adalah penyesuaian. Gunakan lampu senter atau lampu darurat, bukan lilin, untuk mencegah kebakaran.

Aktifkan mode hemat daya pada ponsel dan batasi penggunaannya hanya untuk keperluan penting.

Siapkan baterai cadangan, power bank, serta radio berbasis baterai. Secara psikologis, masyarakat masih relatif stabil, namun kebiasaan digital perlu mulai dikendalikan.

Baca Juga: Benarkah Listrik Bakal Padam Selama 7 Hari di Indonesia? Simak Tips dan Alat Wajib untuk Bertahan Hidup

Hari 3–4: Fase Kritis Logistik

Memasuki hari ketiga, dampak mulai terasa signifikan. ATM dan pembayaran digital berpotensi tidak berfungsi, pom bensin bisa berhenti beroperasi, dan pasokan makanan segar terganggu.

Masyarakat disarankan menyiapkan air bersih minimal 3-5 liter per orang per hari dan mengandalkan makanan tahan lama.

Komunikasi langsung dengan tetangga menjadi penting, karena solidaritas sosial sering kali menjadi faktor penentu ketahanan.

Hari 5–7: Fase Bertahan dan Keamanan

Jika blackout berlanjut hingga sepekan, risiko keamanan meningkat. Akses informasi resmi terbatas dan potensi konflik sosial bisa muncul.

Dengarkan radio lokal untuk mendapatkan pengumuman otoritas, hindari menyebarkan rumor, serta tingkatkan kewaspadaan lingkungan melalui ronda warga.

Menjaga kesehatan fisik dan mental tetap menjadi prioritas.

Kebutuhan Dasar yang Harus Diprioritaskan

  1. Air Bersih

Air menjadi kebutuhan paling krusial. Tanpa listrik, pompa air dan sistem distribusi bisa terganggu. Idealnya, setiap orang menyiapkan cadangan air minum 2-3 liter per hari untuk kebutuhan 3-7 hari.

Gunakan jerigen atau galon tertutup, dan siapkan alat filtrasi sederhana atau tablet pemurni air.

  1. Makanan Tahan Lama

Tanpa kulkas, makanan mudah rusak. Prioritaskan bahan non-perishable seperti beras, mie instan, makanan kaleng, biskuit, kacang-kacangan, gula, kopi atau teh.

Hitung kebutuhan energi sekitar 2.000 kkal per orang per hari agar asupan tetap terjaga.

  1. Komunikasi Tanpa Internet

Meski internet mati, komunikasi tetap vital. Simpan nomor penting secara offline di buku catatan. Radio darurat berbasis baterai atau tenaga putar dapat menjadi sumber informasi resmi saat jaringan seluler terganggu.

Survival Kit Wajib untuk 7 Hari Tanpa Listrik dan Internet

Beberapa perlengkapan yang sebaiknya tersedia di rumah antara lain lampu senter atau LED tenaga surya, baterai cadangan, power bank, solar charger, radio darurat, kotak P3K, obat-obatan pribadi, perlengkapan kebersihan, uang tunai pecahan kecil, serta dokumen penting dalam map tahan air.

Langkah Praktis di Rumah Saat Blackout

Manajemen makanan perlu diperhatikan dengan menutup rapat kulkas dan mengonsumsi bahan yang cepat rusak terlebih dahulu. Jika masih ada akses air sementara, tampung air di semua wadah yang tersedia.

Hemat penggunaan baterai dengan mematikan perangkat tidak penting dan memanfaatkan sumber energi alternatif bila ada.

Pelajaran Penting dari Isu Ini

Terlepas dari benar atau tidaknya isu 7 hari tanpa listrik dan internet, satu pesan utama patut digarisbawahi: ketergantungan total pada teknologi tanpa kesiapan darurat adalah risiko besar.

Kesiapsiagaan bukan bentuk kepanikan, melainkan sikap rasional menghadapi kemungkinan terburuk.

Isu ini seharusnya menjadi pengingat kolektif bahwa dalam situasi krisis, ketenangan, literasi darurat, dan solidaritas sosial jauh lebih menentukan daripada kecanggihan teknologi.

Dengan persiapan yang tepat, masyarakat tetap bisa bertahan bahkan dalam kondisi paling menantang.

Tags:
Panduan Bertahan Hidup7 Hari Tanpa Listrik dan Internet7 Hari Tanpa ListrikMati Listrik 7 Hari media sosialinternetpemadaman listrik

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor