Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membocorkan dua kunci utama pendorong pertumbuhan ekonomi 2026. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

EKONOMI

Menkeu Purbaya Bocorkan 2 Kunci Utama Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2026

Senin 19 Jan 2026, 14:21 WIB

POSKOTACOID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan bocoran sejumlah faktor yang dapat menjadi kunci pendorong ekonomi nasional pada awal 2026.

Sebelumnya, Purbaya optimis bahwa pemerintah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas pada tahun ini.

Ia menjelaskan, upaya pemerintah demi meningkatkan kondisi ekonomi Indonesia telah berlangsung sejak akhir 2025.

Baca Juga: Listrik Mati Hingga 7 Hari di Indonesia? Ini Persiapan Penting dan Tips Bertahan Hidup yang Wajib Diketahui

Hal tersebut pun, katanya, telah berhasil membalikkan tren perlambatan ekonomi yang sempat terjadi pada kuartal ketiga 2025.

Sebab, Purbaya mengungkapkan perlambatan ekonomi nasional yang tidak diatasi dengan segera dapat berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan politik.

“Kalau kita lihat Agustus-September turun ke level yang rendah sekali. Kita tahu kalau nggak dibalik, stabilitas sosial, politik akan terganggu. Karena itu, ekonomi harus segera dibalik agar stabilitas terjaga," jelas Menkeu Purbaya, seperti dikutip dari situs resmi Kemenkeu, Senin, 19 Januari 2026.

Baca Juga: Daftar Sinetron Aurelie Moeremans dan Nikita Willy, Pertama Kali Main Bareng di Sinetron Ini

Kunci Utama Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Menkeu Purbaya menjelaskan ada dua kunci utama yang bisa membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.

Dua kunci yang dimaksud adalah percepatan belanja negara dan perbaikan iklim investasi. Sebagai bentuk nyatanya, pemerintah membentuk satgas percepatan dan debottlenecking guna memperbaiki iklim investasi dan mendorong sektor riil.

“Jadi kita akan mendorong pertumbuhan riil sector. Stabilitas dan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kita ciptakan. Dan kalau mereka butuh subsidi atau insentif, kita akan pertimbangkan sesuai dengan keadaan. Ke depan, moneter akan jalan, fiskal jalan, dan private sector jalan,” ungkapnya.

Baca Juga: Gus Anas Hidayatulloh Anak Siapa dan Lulusan Mana? Ini Latar Belakang Suami Ning Umi Laila yang Jadi Perbincangan

Lebih lanjut, Purbaya menyebut bahwa dirinya telah melakukan koordinasi  dengan Bank Sentral terkait efektivitas kebijakan yang sempat tertahan karena kurangnya sinkron respons kebijakan moneter.

Bendahara negara itu memastikan bahwa koordinasi dengan Bank Sentral kini sudah diperkuat dan telah mencapai kesepahaman untuk menjaga keseimbangan likuiditas di pasar agar kebijakan fiskal dan moneter berjalan searah.

“Kami diskusi lagi dengan Bank Sentral, sekarang sudah dapat titik tengah, gimana cara memperbaiki sistem ini dengan baik agar fiskal moneter lebih sinkron,” tukas Menkeu.

Tags:
belanja negarainvestasipertumbuhan ekonomi nasionalPurbaya Yudhi Sadewa Menkeu Purbaya

Kamila Sayara Avicena

Reporter

Kamila Sayara Avicena

Editor