TAJURHALANG, POSKOTA.CO.ID - Warga di Gang Gurame, Tajurhalang, Kabupaten Bogor digegerkan dengan penemuan jasad bayi mengambang di sebuah kolam empang pada Minggu, 18 Januari 2026.
Kapolsek Tajurhalang, Iptu Raden Suwito mengatakan jasad bayi berjenis perempuan berusia sekitar 5 bulan ditemukan warga sekitar pukul 9.30 WIB dengan posisi badan sudah terlentang mengambang dalam air.
Ia menyebut bahwa lokasi penemuan tersebut berada di sebuah kolam empang yang jaraknya cukup dekat dengan pemukiman warga.
"Kolam empang dari temuan jasad bayi dari pemukiman warga tidak jauh hanya berjarak sekitar 50 meter. Kolam empang biasa sehari digunakan warga untuk cari ikan atau udang," ujar Kapolsek Tajurhalang, Iptu Raden Suwito.
Baca Juga: BPBD DKI Catat 39 RT dan 28 Ruas Jalan di Jakarta Banjir Usai Hujan Deras Sejak Semalam
Pada mulanya, saksi warga mulanya berniat untuk mencari udang, namun melihat sosok boneka mengambang di air. Setelah didekati, rupanya yang dilihat tersebut bukanlah boneka, melainkan jasad seorang bayi.
"Pada waktu saksi warga sedang mau mencari udang di kolam empang, melihat sosok boneka posisi badan terlentang mengambang di air. Saat dipertegas dengan didekatkan melihatnya ternyata jasad seorang bayi berjenis kelamin perempuan," ujar Raden Suwito, Minggu, 18 Januari 2026.
Warga langsung menghubungi perangat RT dan Bhabinkamtibmas Desa Tajurhalang, Bripka Dika untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Ia menjelaskan, setelah dipastikan penemuan tersebut, pihaknya lantas langsung menghubungi tim Inafis Polres Metro Depok untuk memeriksa jasad bayi.
Baca Juga: Oknum Anggota Polresta Tangerang Dilaporkan ke Propam, Dugaan Penganiayaan Pacar di Hotel
"Setelah Bhabinkamtibmas menghubungi piket Polsek Tajurhalang, juga melanjutkan menghubungi Tim Inafis Polres Metro Depok untuk melakukan olah TKP pemeriksaan pada jasad bayi," ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan visum luar terhadap jasad bayi, tim Inafis pimpinan Kasi Dokkes Polres Metro Depok yang juga Pamenwas, AKP Yono memastikan pada tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik.
"Untuk memastikan penyebab kemarian bayi tidak berdosa ini langsung dievakuasi menggunakan mobil ambulan ke RS Polri Kramat Jati untuk diotopsi. Dengan hasil otopsi nanti akan dapat diketahui penyebab kematian korban apa karena sengaja di tenggelamkan atau faktor yang lainnya," kata Yono.
Sementara itu, dari hasil penyisiran anggota piket Reskrim Polsek Tajurhalang di sekitar lokasi kejadian, ditemukan barang bukti lain botol susu, pakaian, dan pampers yang diduga milik korban.
Baca Juga: Printer dan Proyektor SDN 1 Cikeas Bogor Digondol Maling, Polisi Masih Dalami Identitas Pelaku
"Barang bukti yang berhasil kami amankan dari lokasi kejadian berupa pelengkapan sehari-hari korbam ditemukan dalam selokan hanya berjarak 20 meter dari kolam empang. Yaitu berupa botol susu, sehelai pakaian kaos bayi warna kuning, dan pampers," ujar dia.
Selain itu, Raden mengungkapkan saat penemuan pertama kali, diperkirakan jasad bayi tersebut belum lama meninggal.
"Hasil pemeriksaan tim identifikasi tubuh bayi belum kaku alias masih segar dan bersih. Pada kelaminya masih terpasang pampers yang baru diganti," ungkapnya.
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian bayi tidak berdosa ini, Raden Suwito masih menunggu hasil otopsi dari RS Polri Kramat Jati.
"Masih terlalu dini jika kami menyimpulkan kematian korban. Masih menunggu hasil otopsi tim dokter di RS Polri Kramat Jati," kata dia.
Untuk mencari pelaku pembuang bayi, Raden Suwito masih mengerahkan anggota Reskrim dipimpin Kanit Reskrim Polsek Tajurhalang Ipda Mareben Simarsoit untuk melakukan penyelidikan.
"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan," ujarnya. (ang)