POSKOTACOID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut publik tak perlu khawatir terkait nilai rupiah yang sempat menyentuh angka Rp16.878 per dolar AS.
Ia menyebut bahwa penguatan ataupun pelemahan nilai rupiah bergantung pada kebijakan Bank Sentral.
Meski demikian, Purbaya Optimis nilai rupiah akan kembali menguat terhadap dolar AS sejalan dengan kondisi perekonomian Indonesia yang mulai membaik.
“Kalau rupiah kan saya enggak bisa ngomong, urusan Bank Sentral. Tapi begini, kalau nanti ekonominya membaik terus, harusnya rupiah akan menguat juga, hampir otomatis,” kata Purbaya dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip Poskota, Jumat, 16 Januari 2026.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 Januari 2025 Naik Tipis, Paling Murah Rp434.000 per Gram
Strategi Purbaya Kuatkan Kembali Nilai Rupiah
Lebih lanjut, bendahara negera itu mengaku yakin nilai tukar rupiah akan segera menguat kembali dalam waktu dua pekan ke depan.
Hal itu, katanya, menyusul upaya pemerintah yang saat ini terus mencoba mendongkrak perekonomian dalam negeri supaya bisa tumbuh hingga 6 persen.
"Dua minggu lagi (rupiah menguat)," ujar Purbaya.
Purbaya menjelaskan, jika kondisi ekonomi RI membaik itu berarti Indonesia sudah memiliki fondasi yang kuat.
Dengan begitu, sejumlah modal asing yang tadinya banyak disalurkan ke luar, akan kembali ke Indonesia dengan sendirinya.
"Kalau nanti ekonominya membaik terus, harusnya rupiah kan menguat juga hampir otomatis. Kenapa? Karena orang, modal-modal asing akan masuk. Mereka akan masuk ke negara yang menjanjikan pertumbuhan yang lebih tinggi," jelas Purbaya.
"Triwulan tahun-tahun ini (2026) mungkin kita bisa tumbuh ke arah 6 persen. Kita akan dorong ke arah sana. Jadi kalau itu mereka udah yakin, jadi Anda gak usah takut fondasi kita kuat. Rupiah akan masuk, karena modal akan masuk ke sini," lanjutnya.
Baca Juga: Cara Update Desil DTSEN Agar Bansos Januari 2026 Cair Tepat Waktu
Strategi penguatan kembali rupiah ini juga dipengaruhi oleh sentimen para pengusaha dalam negeri yang kerap menebar dana ke luar.
Apabila fondasi perekonomian RI sudah menguat, pebisnis Indonesia yang sebelum menaruh dana di luar negeri akan kembali ke dalam negeri.
"Orang Indonesia yang naruh uangnya di sana keluar negeri juga akan balik. Dia akan berbisnis di sini. Karena orang Indonesia gak bisa berbisnis di luar negeri. Mereka gak biasa bersaing sehat di sana," pungkasnya.