Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah saat meninjau pengerukan Kali Sepak di Kelurahan Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa, 13 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Evaluasi Penanganan Banjir, Pemkot Jakbar Keruk Kali Sepak Kembangan Sepanjang 1,4 Kilometer

Selasa 13 Jan 2026, 18:16 WIB

KEMBANGAN, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat mengevaluasi banjir yang merendam sejumlah titik saat hujan deras pada Senin, 12 Januari 2026 kemarin.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan penanganan banjir menjadi tantangan berat karena menyangkut persoalan kompleks yang saling berkaitan.

Ia menyampaikan banjir di Jakarta Barat tidak bisa dilihat dari satu faktor saja, melainkan gabungan dari faktor alam, geografis, hingga infrastruktur.

"Banjir seperti saya sampaikan tadi di apel bahwa ini adalah persoalan yang multidimensi ya sesungguhnya. Ini kami bicara air, bicara hulu sampai ke hilir," ujar Iin usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Selasa, 13 Januari 2026.

Baca Juga: Sosok Anak dan Istri Roby Tremonti Siapa? Ini Fakta Keluarga yang Disorot Usai Memoar Aurelie Moeremans Bikin Geger

Menurut Iin, faktor hulu berkaitan dengan air kiriman yang menyebabkan kenaikan muka air, sementara faktor lokal diperparah oleh cuaca ekstrem.

Ia menyoroti data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai curah hujan yang mengguyur Jakarta Barat mencapai 192 milimeter (mm) yang disebut tergolong kategori ekstrem.

"Kalau kami melihat kemarin tuh banjir secara data dari BMKG memang tinggi sekali curah hujannya dan kemudian durasinya juga sangat lama. Hampir setengah hari ya kalau kami melihat waktu kemarin," ucapnya.

Pengerukan Kali Sepak Kembangan

Iin menyebutkan kondisi geografis Jakarta Barat dekat dengan area hilir yang dinilai turut berpengaruh terhadap rentannya banjir.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta, DPRD Soroti Kesiapan Pemprov Hadapi Cuaca Ekstrem

Kendati demikian, pihaknya akan menangani pendangkalan (sedimentasi) sebagai upaya teknis dengan cara melakukan pengerukan secara serentak di 11 titik kali, satu di antaranya Kali Sepak Kembangan sepanjang 1,4 kilometer.

"Salah satu yang akan dilakukan adalah di Kali Sepak di wilayah Kembangan. Kali Sepak ini nanti alirannya akan menuju ke Kali Angke. Nah ini akan berdampak ke beberapa wilayah, untuk itu menjadi kunci di hulu kita akan lakukan ini supaya lebih optimal," ucapnya.

Diketahui terdapat tiga alat berat ekskavator amfibi serta 10 truk yang dikerahkan untuk mengantisipasi banjir di kawasan Kembangan.

Sementara target pengerukan Kali Sepak, diperkirakan rampung dalam waktu tiga bulan.

Baca Juga: 53 KK di Tangerang Terdampak Banjir Luapan Sungai Cimanceuri

"Jadi sepuluh truk dengan 14 meter kubik per hari, ini 140 meter kubik volume lumpur bisa kita angkut tiap hari ke Ancol," ujarnya.

Lebih lanjut, untuk menghadapi potensi hujan susulan, pihaknya melakukan pengosongan kolam-kolam olakan di rumah pompa.

Saat ini, 49 rumah pompa dengan 150 pompa stasioner, 70 pompa mobile, dan 60 pompa apung dikerahkan untuk mengantisipasi banjir di Jakarta Barat.

"Jadi sekarang ini kami bertahan untuk pompa-pompa yang ada di sepanjang aliran kali-kali itu kita usahakan kolam olakannya itu kosong. Jadi pada saat hujan kita bisa menerima, asalkan mudah-mudahan tidak ada pasang," pungkasnya.

Tags:
Kali Sepak Kembanganpenanganan banjirJakarta Baratbanjir

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor