JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan kapasitas usaha pelaku mikro. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Mandiri Micro Fest (MMF) 2025 yang telah berlangsung sejak bulan Agustus lalu sebagai bagian dari upaya berkelanjutan mendorong UMKM naik kelas.
MMF terdiri dari rangkaian program pengembangan yang diikuti peserta UMKM, mulai dari Festival, pelatihan dan mentoring, Hyperlocal atau promosi usaha melalui influencer lokal, hingga tahap Champion, dimana pelaku usaha mempresentasikan strategi ekspansi bisnisnya. Seluruh UMKM juara (champion) dari Medan, Surabaya, dan Jakarta akan mendapatkan apresiasi dan diundang dalam ajang Penganugerahan JuraganXtra 2025.
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari menyampaikan bahwa MMF 2025 merupakan program terintegrasi yang dirancang untuk mendorong UMKM meningkatkan kapasitas usahanya, mulai dari penguatan literasi bisnis hingga percepatan digitalisasi transaksi. Program ini telah sukses digelar di tiga kota besar, yakni Medan, Surabaya, dan Jakarta, dengan melibatkan 150 UMKM yang mengikuti seluruh rangkaian program (festival - pelatihan & mentoring - hyperlocal - champion) secara aktif.
Pada tahapan Festival, para peserta UMKM mendapatkan kesempatan menampilkan produk unggulan mereka secara langsung kepada masyarakat umum, menciptakan ruang interaksi antara penjual dan pembeli. Dengan kehadiran lebih dari 6.000 pengunjung di tiga kota, festival ini menjadi momentum besar bagi UMKM untuk memperluas pasar, memperkenalkan brand mereka, sekaligus membangun hubungan baru dengan konsumen.

Tidak hanya itu, seluruh transaksi didorong menggunakan QRIS Bank Mandiri, menghadirkan pengalaman belanja yang praktis, digital, dan aman. Festival ini bukan sekadar ajang promosi, melainkan katalis yang mempercepat pertumbuhan UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi lokal dengan cara yang nyata dan berkesan
“Pada rangkaian MMF 2025 ini, peserta UMKM tercatat mengalami kenaikan frekuensi transaksi QRIS Livin’ Merchant hingga 45 persen, atau hampir 3.000 transaksi tambahan. Hal ini mencerminkan peningkatan aktivitas penjualan sekaligus membuktikan bahwa pelaku UMKM peserta MMF 2025 berhasil meningkatkan kapasitas usahanya secara nyata,” ujar Saptari dalam keterangan resminya, Senin (12/1).
Setelah rangkaian Festival, peserta UMKM melanjutkan perjalanan pengembangan usaha melalui Pelatihan dan Mentoring yang digelar di Rumah BUMN. Program ini menghadirkan mentor berpengalaman dengan fokus pembahasan pengelolaan keuangan dan strategi promosi usaha. Kehadiran Dinas Koperasi & UMKM semakin memperkuat kredibilitas kegiatan ini, menjadikannya wadah kolaborasi yang mendorong UMKM memiliki pemahaman lebih matang dalam mengelola bisnis dan membuka peluang untuk naik kelas.
Dalam rangka menjaga engagement setelah proses pelatihan dan mentoring, peserta UMKM diberikan ruang untuk mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh sekaligus mendapatkan dukungan dari Bank Mandiri melalui peningkatan promosi ke pasar yang lebih luas dalam tahapan Hyperlocal, yaitu promosi usaha di media sosial yang berkolaborasi dengan influencer lokal. Tahapan ini tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memperkuat interaksi dan keterlibatan antara UMKM dengan konsumen, sehingga tercipta hubungan yang lebih dekat dan peningkatan usaha yang berkelanjutan.
Perjalanan peserta UMKM berlanjut ke tahap Champion, yaitu peserta menampilkan strategi ekspansi usaha jangka menengah untuk 2 hingga 3 tahun ke depan. Tahapan ini bukan sekadar ajang presentasi, melainkan momentum penting bagi UMKM untuk memperlihatkan visi usaha, kesiapan bersaing, serta komitmen dalam membawa bisnis mereka naik kelas dan menembus pasar yang lebih besar.
