Sejumlah warga saat melihat kondisi pembangunan di kawasan Hunian Sementara di Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. (Sumber: Dok. Warga)

Daerah

Viral di Medsos, Warga Bandingkan Pembangunan Infrastruktur di Lebak Banten dan Jabar

Minggu 11 Jan 2026, 17:34 WIB

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Sebuah video viral di media sosial TikTok, potret perbandingan pembangunan infrastruktur antar wilayah di perbatasan Kabupaten Lebak, Banten dengan Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).

Video tersebut memperlihatkan kondisi jalan di perbatasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan Kabupaten Lebak, Banten, yang hanya dibatasi garis administrasi.

Tampak jelas perbedaan kualitas jalan di dua wilayah bertetangga. Di sisi Kabupaten Bogor, jalan terlihat rapi, mulus beraspal, serta dilengkapi marka jalan. 

Sebaliknya, di wilayah Kabupaten Lebak, kondisi jalan masih berupa tanah merah yang mudah becek dan licin, terutama saat musim hujan. Lokasi itu terjadi di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. 

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, Polres Serang Monitor Langsung Sungai Antisipasi Banjir

Fenomena ini memicu beragam reaksi warganet karena dinilai mencerminkan ketimpangan pembangunan infrastruktur dalam jarak wilayah yang sangat berdekatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kawasan tersebut juga masih dihuni warga korban banjir bandang yang melanda Lebak Gedong, Kabupaten Lebak pada awal 2022 lalu. 

Hingga kini, sebagian warga masih bertahan di hunian sementara (huntara) dengan kondisi yang serba terbatas. Ironisnya, sebagian huntara tersebut secara administratif masuk ke wilayah Kabupaten Bogor. 

Kondisi ini membuat perbedaan pembangunan semakin terlihat nyata, lantaran fasilitas infrastruktur di sekitar permukiman tersebut tampak jauh lebih baik dibandingkan lokasi yang masuk ke wilayah Kabupaten Lebak

Baca Juga: Kepsek di Pandeglang Ngaku Dipungut Biaya Tanda Tangan SKP Rp200 Ribu, Ini Kata Korwil Menes

Salah seorang warga huntara, Erum (45) merasa malu sekaligus kecewa melihat kondisi tersebut. Menurutnya, ketimpangan pembangunan ini tidak seharusnya terjadi karena masyarakat di kedua wilayah sama-sama warga negara Indonesia.

"Bagaimana lagi, malu karena dibeda-bedakan, padahal presidennya sama, negaranya sama Indonesia," katanya, Minggu 11 Januari 2026.

Selain persoalan infrastruktur jalan, warga huntara juga mengeluhkan belum terealisasinya janji pemerintah terkait pembangunan hunian tetap (huntap). Mereka mengaku lelah menunggu kepastian, sementara harus terus bertahan di hunian sementara yang kondisinya kian memprihatinkan.

"Sudah capek di hunian sementara, tendanya juga sudah sering rusak, janji pemerintah bangun Huntap tak kunjung datang," katanya.

Baca Juga: Viral di Medsos, Kemasan MBG di Sukaresmi Pandeglang Pakai Plastik Kresek

Dari informasi yang dihimpun, hingga saat ini masih terdapat 104 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di hunian sementara di kawasan tersebut. Sementara, sebagian warga lainnya memilih pindah secara mandiri karena tidak kuat bertahan dengan kondisi yang ada.

Warga berharap viralnya video perbedaan kondisi jalan tersebut dapat membuka mata pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. 

Mereka mendesak agar pembangunan infrastruktur serta pemenuhan hak dasar masyarakat, khususnya bagi korban bencana, dapat dilakukan secara adil dan merata tanpa terhambat batas administratif wilayah.

"Kami juga punya hak untuk hidup lebih baik. Maka kami harap pembangunan Huntap segera direalisasikan, karena sudah 6 tahun kami tinggal di Huntara ini," ujarnya. (fat)

Tags:
Jawa Barat BogorLebakBantenpembangunan infrastrukturviral

Samsul Fatoni

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor