Perbedaan KUR dan Pinjaman Komersial: Suku Bunga Terpaut Jauh, UMKM Wajib Tahu (Sumber: Pinterest)

EKONOMI

KUR vs Pinjaman Biasa, Mana Lebih Menguntungkan? Ini Selisih Suku Bunganya

Minggu 11 Jan 2026, 21:30 WIB

POSKOTA.CO.ID - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menjadi instrumen utama pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan.

Hingga akhir 2025, penyaluran KUR di provinsi ini menunjukkan tren yang stabil dengan dominasi pada segmen mikro dan sektor pertanian.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), total penyaluran KUR di Sulsel mencapai Rp16,83 triliun dengan 283.989 debitur hingga 31 Desember 2025. Angka ini mencerminkan tingginya minat UMKM terhadap pembiayaan berbunga rendah yang disubsidi pemerintah.

5 Daerah Dominan Penyaluran KUR di Sulsel

Penyaluran KUR di Sulawesi Selatan terkonsentrasi di lima daerah dengan nilai pembiayaan di atas Rp1 triliun. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Bone, Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Wajo, dan Kabupaten Bulukumba.

Baca Juga: Cek Penerima Bansos 2026: Begini Cara Lihat Apakah Anda Termasuk Desil 1, 2, 3, atau 4

Konsentrasi ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi UMKM di wilayah tersebut relatif aktif, terutama pada sektor perdagangan, pertanian, dan jasa.

Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Selayar tercatat sebagai daerah dengan penyaluran KUR terendah di Sulsel, yakni sebesar Rp132 miliar.

Segmen Mikro Masih Mendominasi

Dari sisi segmentasi, KUR Mikro menjadi tulang punggung pembiayaan UMKM di Sulawesi Selatan. Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, menegaskan bahwa fokus KUR masih pada pelaku usaha berskala kecil.

“Penyaluran KUR di Sulsel masih didominasi segmentasi mikro,” ujar Moch Muchlasin, Kamis, 8 Januari 2026.

Secara rinci, KUR Mikro tercatat sebesar Rp13,18 triliun atau 78,28 persen dari total penyaluran dengan 262.941 debitur. Adapun KUR Kecil mencapai Rp3,339 triliun.

Sementara itu, segmen lainnya meliputi Supply Rumah Rp210 miliar, Demand Rumah Rp53 miliar, KUR Khusus Rp37 miliar, Super Mikro Rp16 miliar, dan KUR TKI Rp2 miliar.

Pertanian Jadi Sektor Penerima KUR Terbesar

Dilihat dari sektor usaha, penyaluran KUR terbesar mengalir ke sektor pertanian, yakni Rp8,459 triliun atau 50,26 persen dari total pembiayaan. Hal ini sejalan dengan struktur ekonomi Sulawesi Selatan yang masih ditopang oleh sektor agraris.

Sektor perdagangan menyusul dengan nilai Rp5,117 triliun atau 30,40 persen, sedangkan jasa kemasyarakatan menerima Rp1,123 triliun atau 6,68 persen. Sebaran ini menegaskan peran KUR sebagai penggerak ekonomi riil di daerah.

Peran Bank Mandiri dalam Penyaluran KUR

Salah satu bank penyalur utama KUR di Sulawesi Selatan adalah Bank Mandiri. Melalui program KUR Mandiri, pelaku UMKM dapat mengakses pembiayaan dengan suku bunga tetap 6 persen per tahun, sesuai kebijakan pemerintah.

KUR Mandiri menyediakan berbagai pilihan plafon pinjaman, mulai dari skala mikro hingga kecil, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan modal kerja maupun investasi usaha. Oleh karena itu, memahami tabel KUR Mandiri 2026, termasuk simulasi cicilan bulanan, menjadi langkah penting sebelum mengajukan pembiayaan.

Dengan perencanaan yang matang, KUR Mandiri diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi daerah di Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Transformasi Besar Bansos 2026: DTSEN BPS Jadi Acuan Tunggal, Bansos Dibatasi Waktu

Perbedaan KUR dan Pinjaman Biasa yang Perlu Diketahui

Masih banyak pelaku usaha yang belum memahami perbedaan mendasar antara KUR dan pinjaman biasa (kredit komersial). Dikutip dari berbagai sumber kebijakan pembiayaan perbankan, perbedaan utama terletak pada tujuan, bunga, agunan, dan penyalurnya.

Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Tujuan: Khusus untuk modal kerja dan investasi UMKM, termasuk TKI.

Bunga: Sangat rendah, sekitar 6 persen efektif per tahun, disubsidi pemerintah.

Agunan: Tanpa agunan atau agunan minimal untuk KUR Mikro (hingga Rp100 juta).

Penyalur: Bank BUMN (BRI, BNI, Mandiri), BPD, dan lembaga keuangan yang ditunjuk.

Plafon: Hingga Rp500 juta, tergantung jenis KUR.

Proses: Relatif mudah dan cepat, dirancang untuk UMKM yang belum bankable.

Pinjaman Biasa (Kredit Komersial)

Tujuan: Lebih fleksibel, mencakup kebutuhan produktif maupun konsumtif.

Bunga: Lebih tinggi, berkisar 10–20 persen atau lebih.

Agunan: Umumnya memerlukan jaminan sesuai nilai pinjaman.

Penyalur: Bank umum, baik BUMN maupun swasta.

Plafon: Bervariasi, bergantung pada nilai aset atau jaminan.

Proses: Persyaratan lebih ketat dengan analisis risiko yang mendalam.

KUR tetap menjadi pilihan utama bagi pelaku UMKM di Sulawesi Selatan yang membutuhkan modal usaha dengan bunga ringan dan persyaratan terjangkau.

Sementara itu, pinjaman biasa lebih relevan bagi nasabah dengan kebutuhan pembiayaan yang lebih luas dan memiliki agunan kuat. Pemahaman yang tepat akan membantu pelaku usaha memilih skema pembiayaan yang paling sesuai dengan kondisi usahanya.

Tags:
perbedaan KUR dan pinjaman biasaKUR Mikropenyaluran KUR SulselKUR MandiriKredit Usaha Rakyat 2026

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor