POSKOTA.CO.ID - Bank Mandiri semakin mengokohkan perannya sebagai tulang punggung pembiayaan ekonomi kerakyatan di Indonesia melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hingga akhir Desember 2025, bank pelat merah tersebut telah merealisasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp40,99 triliun kepada 355.658 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh penjuru Tanah Air.
Capaian ini menegaskan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung penguatan sektor riil, khususnya UMKM yang selama ini menjadi kontributor utama penciptaan lapangan kerja dan penggerak ekonomi daerah.
Kualitas Kredit Terjaga, Risiko Tetap Rendah
Tak hanya dari sisi volume, kualitas penyaluran KUR Bank Mandiri juga menunjukkan kinerja yang sehat.
Baca Juga: LINK NONTON Live Streaming Persib vs Persija Jakarta Sore Ini Jam 15.30 WIB, KLIK DI SINI
Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tercatat konsisten berada di bawah 1 persen.
Kondisi ini mencerminkan ketepatan penyaluran pembiayaan, selektivitas debitur, serta pendampingan usaha yang berkelanjutan.
Stabilnya NPL juga menjadi indikator meningkatnya kemampuan UMKM dalam mengelola usaha dan memenuhi kewajiban keuangannya, seiring membaiknya kondisi ekonomi nasional.
Sinergi Pemerintah dan Perbankan Dorong Ekonomi Rakyat
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menilai keberhasilan penyaluran KUR tidak terlepas dari kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor perbankan, dan para pelaku usaha.
Menurutnya, KUR merupakan instrumen strategis untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM yang sebelumnya sulit menjangkau kredit formal.
“Program KUR bukan sekadar memberikan modal kerja, tetapi menjadi sarana pemberdayaan UMKM agar naik kelas. Dengan dukungan pembiayaan yang terjangkau, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Riduan, Jumat, 9 Januari 2026.
Sektor Produktif Jadi Prioritas Utama
Sepanjang 2025, penyaluran KUR Bank Mandiri didominasi sektor produktif dengan porsi mencapai 61,54 persen atau senilai Rp25,13 triliun.
Fokus ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pembiayaan berbasis produksi untuk menciptakan efek berganda bagi perekonomian.
Sektor pertanian menjadi penerima KUR terbesar dengan realisasi Rp12,75 triliun atau 31,23 persen dari total penyaluran.
Pembiayaan tersebut mendukung berbagai subsektor, mulai dari pertanian tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan rakyat.
Baca Juga: Kepsek di Pandeglang Ngaku Dipungut Biaya Tanda Tangan SKP Rp200 Ribu, Ini Kata Korwil Menes
Dukungan ke Jasa Produksi, Industri, dan Perikanan
Selain pertanian, sektor jasa produksi menyerap KUR sebesar Rp8,76 triliun atau 21,45 persen.
Pembiayaan ini menopang usaha jasa pendukung produksi seperti transportasi, logistik, dan jasa penunjang industri.
Sementara itu, sektor industri pengolahan menerima KUR sebesar Rp3,03 triliun (7,43 persen) untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk UMKM.
Adapun sektor perikanan memperoleh pembiayaan Rp562 miliar atau 1,38 persen, yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan dan ekonomi pesisir.
Baca Juga: Link Video Bocil Block Blast Zoom Viral Banyak di Cari? Ini Fakta di Baliknya
“Melalui pembiayaan yang berkelanjutan dan terarah, Bank Mandiri berkomitmen memperkuat sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak utama ekonomi nasional,” lanjut Riduan.
Strategi 2026: Digitalisasi dan Ekosistem Terintegrasi
Memasuki 2026, Bank Mandiri menyatakan kesiapan untuk mengakselerasi penyaluran KUR melalui penguatan sinergi di lingkungan Mandiri Group serta optimalisasi ekosistem digital.
Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu mempercepat proses pengajuan, meningkatkan akurasi penyaluran, serta memperluas jangkauan layanan ke daerah-daerah potensial.
Dengan strategi tersebut, KUR diharapkan semakin tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas, penyerapan tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi nasional.
“UMKM yang tangguh akan menjadi fondasi utama ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkas Riduan.