POSKOTA.CO.ID - Angka kecelakaan dan fatalitas lalu lintas selama periode Natal dan tahun baru (Nataru) berkurang signifikan. Ini menandakan pengaturan lalu lintas (lantas) selama liburan Nataru tergolong sukses.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, angka fatalitas Nataru turun hingga 27,12 persen, sementara angka kecelakaan menurun 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya namanya kemajuan. Jika tidak lebih baik dari tahun sebelumnya, namanya kemunduran,” kata bung Heri saat berbincang dengan mas Bro dan bang Yudid di warteg.
“Semua orang juga tahu, waktu itu bergerak maju, bukan mundur. Orang berjalan juga maju. Kalau bergerak mundur namanya undur-undur kali,” celetuk Yudi.
Baca Juga: Link Video Botol Golda 19 Detik Viral di TikTok, Apa Isinya? Ternyata Ini Faktanya
“Tapi ingat, tak semua yang bergerak maju menjadi lebih baik.Tak sedikit bergerak maju seiring waktu, tetapi hasilnya lebih buruk dari sebelumnya. Contohnya prestasi kalian, sepertinya sepanjang tahun 2025, lebih buruk dari sebelumnya,” urai Heri.
"Wah, enggak usah nyindir teman, sindirlah diri pribadi apakah lebih baik dari tahun sebelumnya,” protes Yudi.
“Sudah.. sudah kita nggak perlu berdebat soal masa lalu, sekarang tengok ke depan, kaca depan lebih lebar dan luas, ketimbang spion,” ucap mas Bro.
“Kembali ke soal lantas Nataru, prestasi patut kita apresiasi, tetapi evaluasi dan penyempurnaan harus tetap dilakukan agar kedepan lebih baik lagi, mengingat arus mudik lebaran segera datang,” tambah mas Bro.
“Betul Bro. Dua bulan lagi sudah memasuki arus mudik lebaran dengan pergerakan yang lebih masif lagi, tingkat mobilitas masyarakat jauh lebih tinggi lagi,” ujar Heri.
“Itulah perlunya penyesuaian dan penyempurnaan strategi dalam manajemen dan pengaturan lantas di saat arus mudik dan balik lebaran,” kata Yudi.
“Jumlah pemudik jauh lebih besar. Lebaran tahun lalu saja jumlah pemudik mencapai 154,62 juta orang. Sebagaimana data Kementerian Perhubungan, jumlah ini setara dengan 54,89 persen dari total penduduk di Indonesia. Artinya lebih dari separuh penduduk Indonesia melakukan perjalanan mudik lebaran,” tutur mas Bro.
“Ini bukan pekerjaan ringan, mengatur perjalanan ratusan juta orang dalam waktu yang bersamaan, dengan tujuan daerah yang hampir sama atau bersinggungan ini bukanlah hal mudah,” kata Heri.
“Meski pemerintah memiliki pengalaman bertahun-tahun menangani arus mudik lebaran, tetap saja perlu persiapan matang, perlu menerapkan strategi jitu agar arus mudik lebaran lebih baik lagi di tahun ini,” ucap mas Bro.
“Semoga penanganan arus mudik lebaran tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Bertambah tahun tambah pengalaman, harus tambah maju, bukan sudah maju mundur lagi, itu namanya maju mundur,” timpal Heri.
Baca Juga: Mirip Indra Kenz, Timothy Ronald Terseret Kasus Dugaan Jual Ilusi Kekayaan Lewat Edukasi Kripto
“Semoga terus maju, bukan maju mundur,” harap Yudi. (Joko Lestari)