POSKOTA.CO.ID - Persija Jakarta resmi melakukan langkah awal menjelang dibukanya bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026.
Klub berjuluk Macan Kemayoran itu memilih merapikan komposisi tim lebih cepat dengan melepas sementara tiga pemain muda dari skuad utama.
Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa Persija tengah menyiapkan perubahan strategis demi menjaga persaingan di papan atas. Manajemen Persija tidak menunggu jendela transfer dibuka secara resmi.
Sejak awal Januari, arah kebijakan klub sudah terlihat jelas dengan fokus pada penataan ulang kedalaman skuad, terutama di sektor pemain muda yang dinilai membutuhkan jam terbang lebih konsisten.
Tiga Pemain Muda Resmi Keluar dari Skuad Persija
Pada Rabu, 7 Januari 2026, Persija Jakarta mengumumkan secara resmi bahwa tiga pemain muda tidak lagi berada dalam skuad utama untuk sementara waktu. Ketiga pemain tersebut adalah Alfriyanto Nico Saputro, Figo Dennis, dan Jehan Pahlevi.
Keputusan ini bukan berarti Persija menutup pintu bagi masa depan mereka. Ketiganya masih masuk dalam rencana jangka panjang klub, namun dianggap perlu mendapatkan ruang berkembang yang lebih luas di luar Jakarta.
Langkah ini juga melanjutkan kebijakan sebelumnya, di mana Persija telah lebih dulu berpisah dengan Alwi Fadilah.
Baca Juga: PSSI Kecam Aksi Tendangan Brutal di Liga 4, Pelaku Muhammad Hilmi Terancam Ban Seumur Hidup
Skema Peminjaman Jadi Pilihan Persija
Alih-alih melepas secara permanen, Persija memilih skema peminjaman hingga akhir musim Super League 2025–2026. Opsi ini dinilai paling tepat untuk menjaga kesinambungan pembinaan pemain muda tanpa menghambat perkembangan mereka.
Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah melalui pertimbangan matang. Menurutnya, peminjaman bukan keputusan reaktif, melainkan bagian dari peta jalan pembinaan jangka panjang klub.
“Masa peminjaman ini kami pandang sebagai bagian penting dari proses perkembangan mereka. Kami ingin mereka kembali ke Persija dengan pengalaman yang lebih kaya dan mental yang lebih siap,” ujar Bambang Pamungkas dalam keterangan resmi.
Bepe, sapaan akrabnya, juga menilai bahwa minimnya menit bermain di tim utama berpotensi menghambat perkembangan pemain muda. Oleh karena itu, Persija memilih jalan tengah agar para pemain tetap mendapatkan tekanan pertandingan yang nyata.
Catatan Penampilan Nico, Figo, dan Jehan Musim Ini
Sebelum dipinjamkan, ketiga pemain tersebut sempat mencicipi atmosfer Super League bersama Persija Jakarta. Alfriyanto Nico Saputro menjadi pemain dengan menit tampil terbanyak di antara ketiganya. Ia mencatat lima penampilan dan menyumbangkan satu assist untuk Macan Kemayoran.
Figo Dennis mendapatkan dua kesempatan bermain, sementara Jehan Pahlevi baru sekali turun ke lapangan. Meski kontribusi mereka belum terlalu menonjol, Persija menilai potensi ketiganya masih sangat terbuka untuk berkembang.
Keputusan pelatih Mauricio Souza ini mencerminkan keseriusan Persija Jakarta dalam membangun fondasi tim yang kuat.
Dengan mematangkan pemain muda melalui pengalaman bermain reguler di klub lain, Persija berharap Nico, Figo, dan Jehan bisa kembali ke Jakarta sebagai pemain yang lebih siap menghadapi tuntutan kompetisi level tertinggi.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Persija dalam menjaga keseimbangan antara prestasi jangka pendek dan pembangunan tim jangka panjang.