POSKOTACOID - Bingung bagaimana cara baca hasil Skrining BPJS Kesehatan 2026? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Sejumlah informasi mengenai skrining BPJS Kesehatan 2026 perlu diketahui oleh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan fasilitas bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
Baca Juga: Cara Pesan Tiket Kereta Api Lebaran 2026, Catat Jadwal Pembeliannya
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyediakan fitur Skrining BPJS Kesehatan di aplikasi JKN Mobile yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengecek riwayat kesehatannya.
Berdasarkan Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 3 Tahun 2024, Skrining Riwayat Kesehatan adalah proses pengumpulan informasi riwayat kesehatan peserta.
Skrining riwayat kesehatan melalui aplikasi JKN Mobile wajib dilakukan setiap satu kali setahun.
Baca Juga: Jadwal Pendaftaran Seleksi PPPK KemenHAM 2026 Kapan? Cek Waktu, Syarat, dan Tahap Seleksinya
Dengan adanya program ini, masyarakat bisa mendeteksi risiko penyakit lebih awal agar bisa mendapatkan penanganan sesegera mungkin.
Bagi para peserta yang sudah melakukan skrining, maka bisa langsung melihat hasil cek kesehatan yang tertera.
Jika hasil skrining menunjukkan kondisi kesehatan yang kurang baik, maka peserta bisa segera datang ke fasilitas kesehatan (faskes) untuk mendapatkan penanganan.
Lantas, bagaimana cara skrining BPJS Kesehatan dan cara membaca hasilnya? Simak panduan lengkapnya berikut ini.
Baca Juga: Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026 Online dari Hp, Bisa Lewat Website Atau Aplikasi
Cara Skrining BPJS Kesehatan
Terdapat dua cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk skrining riwayat kesehatan di BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Apakah Tarif Listrik Naik di Awal 2026? Ini Keputusan Resmi Pemerintah
1. Aplikasi Mobile JKN
- Unduh aplikasi melalui ponsel.
- Log in menggunakan akun peserta.
- Pilih menu “Skrining Riwayat Kesehatan”.
- Isi data diri dan riwayat kesehatan, termasuk soal kebiasaan merokok, riwayat penyakit keluarga, serta pola makan.
- Isi data fisik, mulai dari berat badan dan tinggi badan.
- Sistem akan otomatis menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dan menampilkan kategori:
- Kurus: IMT < 18.5
- Normal: IMT 18.5 – 24.9
- Gemuk: IMT 25.0 – 29.9
- Obesitas: IMT ≥ 30.0 - Sistem akan menampilkan hasil berupa tingkat risiko penyakit kronis: rendah, sedang, atau tinggi.
- Peserta juga akan mendapatkan rekomendasi gaya hidup serta anjuran medis sesuai profil kesehatan
2. Situs Resmi Skrining
- Buka browser di HP atau komputer.
- Akses website webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining.
- Isi data diri dan riwayat kesehatan, termasuk soal kebiasaan merokok, riwayat penyakit keluarga, serta pola makan.
- Isi data fisik, mulai dari berat badan dan tinggi badan.
- Sistem akan otomatis menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dan menampilkan kategori:
- Kurus: IMT < 18.5
- Normal: IMT 18.5 – 24.9
- Gemuk: IMT 25.0 – 29.9
- Obesitas: IMT ≥ 30.0 - Sistem akan menampilkan hasil berupa tingkat risiko penyakit kronis: rendah, sedang, atau tinggi.
- Peserta juga akan mendapatkan rekomendasi gaya hidup serta anjuran medis sesuai profil kesehatan
Cara Baca Hasil Skrining BPJS Kesehatan
Berikut ini kelompok kategori risiko kesehatan hasil skrining riwayat kesehatan BPJS yang perlu diketahui masyarakat.
Risiko Rendah
Peserta dengan risiko penyakit rendah berarti tidak memiliki tanda atau gejala penyakit kronis. Meski begitu, peserta tetap harus melakukan pola hidup sehat.
Risiko Sedang
Peserta dengan risiko kesehatan sedang berarti memiliki beberapa faktor risiko, mulai dari berat badan berlebih, tekanan darah tinggi, atau kebiasaan merokok parah.
Peserta dengan tingkat risiko ini disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Risiko Tinggi
Peserta dengan tukar risiko tinggi berarti memiliki tanda gejala penyakit tidak menular yang perlu segera diperiksakan ke FKTP.
Hasil Skrining Riwayat Kesehatan
Merangkum informasi dari laman resmi Puskesmas Karangpandan, ada dua hasil Skrining Riwayat Kesehatan yang perlu diketahui masyarakat, yaitu:
1. berisiko penyakit
2. tidak berisiko penyakit
- Diabetes mellitus
- Hipertensi
- Ischaemic heart disease
- Stroke
- Kanker leher rahim
- Kanker payudara
- Anemia remaja putri
- Tuberkolosis
- Hepatitis
- Paru obstruktif kronis
- Talasemia
- Kanker usus
- Kanker paru
Apabila hasil Skrining menunjukkan status "berisiko penyakit", maka peserta dapat melaksanakan konsultasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk memperoleh pelayanan.
Namun, apabila hasilnya "tidak berisiko penyakit", maka peserta akan diberikan pantauan untuk melakukan pola gaya hidup sehat.