TEBET, POSKOTA.CO.ID – Terowongan Manggarai kembali menjadi lokasi tawuran antar kelompok yang kerap terjadi tanpa mengenal waktu. Peristiwa ini bahkan disaksikan langsung oleh anak-anak, memicu keresahan warga sekitar.
Sejumlah warga mengaku masih bertanya-tanya soal penyebab utama tawuran yang tak kunjung berhenti sejak puluhan tahun lalu.
Tawuran terakhir terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026, usai pergantian tahun baru. Seorang warga bernama Jumadi mengatakan, kericuhan dipicu suara petasan dan melibatkan kelompok yang mayoritas masih remaja.
Menurutnya, tawuran baru kembali terjadi setelah sempat mereda usai kegiatan Manggarai Bersholawat yang digelar Pemprov DKI Jakarta pada Mei 2025.
Baca Juga: Polisi Petakan Titik Rawan Tawuran, Warga Manggarai Minta Solusi Nyata
"Pokoknya sejak ada Manggarai Bersholawat itu enggak pernah ada tawuran lagi," kata Jumadi saat ditemui, Senin, 5 Januari 2026.
"Nah abis itu pas mau tahun baru, baru ada tawuran lagi. Penyebabnya saya juga kurang tau," tambahnya.
Pengurus RT setempat, Salim (nama samaran), mengatakan tawuran di kawasan Manggarai sudah terjadi sejak era 1990-an. Namun hingga kini, penyebab pastinya belum diketahui.
"Yang tawuran memang warga Manggarai, tapi kan ada Manggarai Selatan juga. Nah terus ada di depan stasiun itu, jadi banyak sih, ya bisa dibilang cuma beda RW aja kali ya," ujarnya.
Ia menyebut tawuran sering kali berawal dari saling ejek antar kelompok.
Baca Juga: Tawuran Pecah Dua Hari Awal 2026, Pramono Anung: Kami Duga Ada yang Membenturkan
"Penyebabnya juga enggak tau, biasanya kan awalnya dari ejek-ejekkan lah. Tapi kok terus-terusan," ucapnya.
Salim mengaku sangat resah karena tawuran yang sering terjadi dikhawatirkan memberi contoh buruk bagi anak-anak.
Sebagai orang tua, ia mengaku menerapkan pengawasan ketat terhadap anaknya agar tidak terpapar pengaruh negatif.
"Kayak pulang sekolah, saya langsung suruh anak saya pulang. Terus kalau main juga dibatasin, enggak boleh keluar malam," tuturnya.
Ia juga menyebut, tidak semua pelaku tawuran berasal dari warga sekitar. Manggarai kerap hanya menjadi lokasi bentrokan.
Baca Juga: Camat Tebet Libatkan OPD dan Ormas Cegah Tawuran di Manggarai
"Nah kadang-kadang cuma jadi tempat aja, gitu. Terus kalau ada yang udah mulai, nah baru dah tuh biasanya ada aja yang kepancing," ucapnya.
"Mungkin niatnya mau ngusir, tapi namanya gejolak jiwa muda, akhirnya bablas," sambungnya.
Pemerintah Diminta Berbenah
Kriminolog Josias Simon menilai tawuran di Manggarai bisa memiliki banyak faktor, termasuk kemungkinan pengalihan isu terkait peredaran narkoba.
"Jadi itu sudah multi ya, kalau dibilang penyebabnya karena narkoba ya bisa saja," kata Josias saat dihubungi.
Namun ia menilai akar utama tawuran berasal dari konflik kewilayahan yang sudah berlangsung lama, diperparah oleh kepadatan penduduk dan keterbatasan ruang.
"Interaksi yang terjadi bukan interaksi yang kemudian harmonis, tapi lebih ke interaksi yang menimbulkan konflik," ujarnya.
Menurut Josias, peningkatan jumlah penduduk, kemacetan, serta pembangunan gedung turut memperbesar potensi konflik.
"Yang tadinya konfliknya bisa diredam, sekarang malah meledak," katanya.
Untuk menyelesaikan persoalan tawuran di Manggarai, Josias menekankan perlunya kolaborasi lintas pihak dan langkah konkret dari pemerintah.
"Misalnya lokasi rumah-rumah yang memang kurang layak segera direlokasi. Nah seharusnya programnya itu mulai disiapkan dari sekarang," ucapnya.