POSKOTA.CO.ID - Pemerintah kembali menghadirkan angin segar bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di awal Januari 2026. Sejumlah bantuan sosial (bansos) tambahan dilaporkan telah memasuki tahap pencairan setelah SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) resmi diterbitkan.
Bantuan ini ditujukan untuk menopang kebutuhan dasar masyarakat, terutama di tengah tekanan harga pangan dan kebutuhan pendidikan.
Informasi tersebut menjadi kabar baik bagi penerima PKH, BPNT, serta masyarakat miskin ekstrem yang selama ini menunggu kepastian realisasi bantuan.
Baca Juga: Anak 3 Tahun Diculik di Apartemen Jakut, Mantan Suami Ibu Korban jadi Dalang
SP2D Sudah Terbit, Pencairan Dimulai Awal Pekan
Melansir dari channel Youtube @Naura Vlog, berdasarkan penjelasan terbaru, SP2D untuk beberapa program bansos tambahan telah turun dan mulai disalurkan secara bertahap mulai Senin, 5 Januari 2026. Proses pencairan dilakukan secara merata dengan melibatkan berbagai jalur penyaluran, baik melalui PT Pos Indonesia, bank penyalur, hingga pemerintah desa.
Tahapan ini menandai bahwa bantuan tidak lagi sekadar rencana, melainkan sudah masuk fase realisasi di lapangan.
Bantuan Beras 10 Kg Kembali Disalurkan
Salah satu bansos tambahan yang mulai digelontorkan adalah bantuan pangan berupa beras 10 kilogram. Program ini bertujuan membantu KPM menghadapi kenaikan harga beras yang masih dirasakan di berbagai daerah.
Mayoritas penerima bantuan beras ini berasal dari kelompok PKH dan BPNT (PPNT). Jumlah penerima tercatat sangat besar, mencapai sekitar 1.380.380 KPM di berbagai wilayah Indonesia.
Untuk distribusi, beberapa daerah utama mendapatkan alokasi signifikan. Sebagai contoh, DKI Jakarta menerima sekitar 3.040 ton beras, sementara wilayah Jawa Barat dan Banten juga masuk dalam daftar prioritas. Sebanyak 12 wilayah utama disalurkan melalui Pos Indonesia, sedangkan daerah lainnya menggunakan jalur kantor desa atau kelurahan.
Program Indonesia Pintar (PIP) Kembali Cair
Selain bantuan pangan, pemerintah juga melanjutkan pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan anak dari keluarga kurang mampu.
PIP diberikan kepada peserta didik mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK, dengan nominal bantuan yang berbeda sesuai jenjang pendidikan. Dana ini dapat digunakan untuk kebutuhan sekolah seperti perlengkapan belajar, seragam, hingga biaya penunjang pendidikan lainnya.
Pencairan PIP menjadi salah satu bantuan yang paling dinantikan, terutama menjelang semester baru.
Bantuan Tunai PLT Dana Desa untuk Miskin Ekstrem
Pemerintah juga menyalurkan bantuan tunai dari skema PLT Dana Desa bagi masyarakat kategori miskin ekstrem. Total bantuan yang diterima mencapai sekitar Rp900.000 per penerima, dengan mekanisme penganggaran sebesar 25 persen dari APBD.
Bantuan ini difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat desa dan mencegah dampak ekonomi yang lebih luas pada kelompok paling rentan.
Bantuan Tunai Pengendalian Inflasi Rp600.000
Bantuan berikutnya adalah bansos tunai pengendalian inflasi senilai Rp600.000. Program ini diperuntukkan bagi penyandang disabilitas dan lansia yang telah terdata dan dinyatakan layak berdasarkan hasil survei.
Pemerintah menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini dilakukan secara selektif agar tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan.
PKH dan BPNT Reguler Masih Tahap Verifikasi
Sementara itu, untuk PKH dan BPNT reguler, hingga saat ini status pencairannya masih dalam proses. Data bantuan belum sepenuhnya muncul di aplikasi SIKS-NG, menandakan bahwa tahapan verifikasi dan validasi masih berjalan.
Perkiraan pencairan bantuan reguler ini kemungkinan terjadi pada minggu ketiga hingga akhir Januari 2026, tergantung kecepatan proses administrasi di masing-masing daerah.
Baca Juga: Toyota Comeback ke Formula 1, Jadi Sponsor Utama Haas Mulai 2026
Proses Peralihan ke KKS Merah Putih Masih Bertahap
Terkait sistem penyaluran, pemerintah juga masih melanjutkan peralihan dari penyaluran via Pos ke Kartu KKS Merah Putih. Proses ini dilakukan secara bertahap dan sangat bergantung pada ketersediaan kartu dari bank penyalur.
Masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi resmi dari pendamping sosial dan pemerintah daerah agar tidak tertinggal informasi penting.
Harapan Bantuan Tepat Waktu dan Tepat Sasaran
Dengan mulai cairnya berbagai bansos tambahan ini, masyarakat berharap proses distribusi dapat berjalan lancar, cepat, dan tanpa kendala. Bantuan yang tepat waktu dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan pangan, pendidikan, serta biaya hidup sehari-hari.
Pemerintah pun diharapkan terus menjaga transparansi dan akurasi data agar seluruh bantuan benar-benar dirasakan oleh mereka yang berhak.