POSKOTA.CO.ID - Musisi Fiersa Besari memutuskan untuk mencabut laporan polisi atas insiden penabrakan yang menimpa istrinya, Aqia Nurfadla, di Stasiun Gambir, Jakarta.
Keputusan ini diambil setelah pengemudi yang bersangkutan dikenai sanksi tilang dan dijadwalkan sidang.
"Bapak penabrak sudah dapat sanksi tilang dan harus sidang pada akhir Januari 2026. Bagi saya dan Aqia sudah cukup," ungkap Fiersa melalui Instagram Story miliknya, seperti dikutip Poskota, Senin 5 Januari 2026.
Kekecewaan Masih Membekas Meski Laporan Dicabut

Meski proses hukum telah berlangsung, Fiersa mengaku masih merasa kecewa dan berat untuk memaafkan. Hal ini dipicu oleh sikap pengemudi yang dinilai tidak empati, termasuk tawaran penyelesaian dengan uang yang tidak sebanding.
"Pencabutan laporan, bukan berarti memaafkan. Karena itu perihal keikhlasan dan paksaan," tegasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa meski laporan dicabut, luka akibat sikap pengemudi masih dirasakan.
Baca Juga: Disebut Gubernur Konten, Respons Santai KDM Undang Pandji Pragiwaksono untuk Lihat Pembangunan Jabar
Jadi Pengingat untuk Tetap Tenang di Tempat Kejadian
Fiersa mengungkapkan momen emosional saat kejadian, di mana ia berhasil menahan diri untuk tidak meluapkan amarah. Ia menyebut peran manajernya, Ubay, yang mengingatkannya untuk bersikap tenang.
"Saat kejadian saya banyak ditepuk Ubay, dia memberi kode agar saya tidak bicara kasar. Maka tindakan terbaik saya saat itu adalah bersabar, meskipun geramnya bukan main. Kalau bapak itu 20 tahun lebih muda, mungkin kita kasih salam olahraga," tutur Fiersa.
Melalui pengalaman ini, Fiersa juga menyampaikan pesan pentingnya keselamatan berkendara, khususnya bagi pengemudi lanjut usia. Ia menyarankan agar keluarga lebih aktif memantau kemampuan mengemudi anggota keluarganya yang sudah lansia.
"Baiknya lansia di keluarga kita dimonitor apakah masih kondusif berkendara atau tidak? Kalau memang ada tanda-tanda tidak memungkinkan berkendara lebih baik larang atau disopiri anak-anaknya atau lebih baik memilih taksi dan kendaraan umum daripada ego lansia yang bisa melukai orang lain di jalan raya," pesan Fiersa menutup pernyataannya.