SERANG, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat sejak 2 sampai 5 Januari 2026 telah terjadi banjir hingga pergerakan tanah di 20 Desa.
Dalam musibah bencana alam tersebut, setidaknya sebanyak 3.164 rumah yang terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi secara berturut-turut sejak 2 Januari 2026.
Kondisi tersebut mengakibatkan banjir di wilayah dataran rendah, angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang, serta pergerakan tanah di wilayah perbukitan Kabupaten Serang.
Baca Juga: Harga Kepokmas di Purwakarta Meroket Awal 2026, Ibu Rumah Tangga Kalang Kabut
Kata Ajat bencana tersebut terjadi di 20 desa di 14 kecamatan, yaitu Kibin, Kramatwatu, Padarincang, Lebakwangi, Ciruas, Tirtayasa, Pontang, Pamarayan, Mancak, Cinangka, Baros, Petir, Waringinkurung dan Cikeusal
"Rumah terdampak sebantak 3.164 unit, terdiri rumah terdampak Banjir 3.145 unit, terdampak pergerakan tanah 13 unit dan akibat angin kencang 6 unit," ujar Ajat dalam keterangannya, Senin, 5 Januari 2026.
Selain rumah penduduk, kata Ajat Sektor Pertanian turut terkena dampak, seperti di Kecamatan Pamarayan lahan persawahan tergenang banjir kurang lebih sekuas 108 hektar.
"Umur tanaman 0-60 Hari Setelah Tanam (HST)," kata dia.
Baca Juga: TPT Longsor, Rumah Warga di Lebak Nyaris Runtuh
Ajat mengungkapkan sejak mendapat laporan adanya bencana alam, pihaknya sejak hari pertama telah melakukan upaya penanganan seperti mengirimkan bantuan perahu karet hingga berkoordinasi bantuan dengan Provinsi Banten.
Kondisi terkahir tinggi muka air di beberapa wilayah berkisar 5 centimeter sampai 45 cm. Kemudian beberapa kecamatan dilaporkan mulai kondusif.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang, Yadi Priyadi Rochdian mengaku telah mengirim baper stok untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir.
"Hasil identifikasi ada beberapa titik yang harus dibantu, terbaru itu Kibin, Kramatwatu, Anyer. Kita juga sudah koordinasikan dengan BPBD dan kecamatan," ungkapnya.
Terkait dengan ketersediaan baper stok, Yadi memastikan untuk beras ada sekitar 3 ton, kemudian ada juga Telor, Mie Instan dan Minyak Goreng.
Mudahan-mudahan baper stok kita cukup sampai pertengahan 2026, tapi kita juga bisa pengadaan di tahun 2026," ujarnya. (rah)