Warga terdampak banjir di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Pandeglang, saat melakukan evakuasi mandiri. (Sumber: Dok. Kades Idaman)

JAKARTA RAYA

Diguyur Hujan Selama Dua Hari, 7 Kecamatan di Pandeglang Dilanda Banjir

Minggu 04 Jan 2026, 17:19 WIB

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Dampak cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Pandeglang selama dua hari terakhir, mengakibatkan sejumlah kecamatan di wilayah tersebut dilanda bencana banjir.

Pusdalop BPBD Pandeglang mencatat, terdapat 7 kecamatan yang terkena bencana banjir, diantaranya Kecamatan Cikeusik, Patia, Sobang, Sindangresmi, Picung, Munjul dan Kecamatan Sukaresmi.

Jumlah rumah warga terdampak banjir dari 7 kecamatan itu terdapat sebanyak 1874 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sebanyak 7496 jiwa.

Sekretaris BPBD Pandeglang, Nana Mulyana mengungkapkan, bencana banjir yang melanda beberapa kecamatan di Pandeglang, dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi dua hari terakhir.

Baca Juga: Polisi Selidiki Penemuan Jasad Pria Lanjut Usia Tanpa Identitas di Area Persawahan Kronjo

"Ada sebanyak 13 desa dari 7 kecamatan yang terdampak. Jumlah korbannya sebanyak 1874 KK," ungkapnya, Minggu 4 Januari 2025.

Dikatakannya, bencana banjir tersebut selain merendam ribuan permukiman warga, ada juga beberapa akses jalan dan jembatan yang terendam.

"Iya, akses jalan dan di wilayah terdampak terendam banjir. Sehingga mengakibatkan arus lalulintas warga terganggu," katanya.

Menurutnya, kondisi terkini bencana banjir di beberapa kecamatan sudah mulai surut. Namun, ada yang masih digenangi air bah seperti di Cikeusik dan Patia.

Baca Juga: Antisipasi Tawuran Berulang, Brimob Polda Metro Jaya Patroli di Wilayah Cipinang

"Laporan sementara beberapa kecamatan sudah mulai surut, karena ari ini cuaca mulai cerah," ujarnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat hujan dan angin kencang tiba. Hindari lokasi-lokasi yang berpotensi banjir dan longsor.

"Untuk kerusakan bangunan tim kami masih melakukan pendataan di lapangan. Laporan sementara baru wilayah-wilayah dan rumah-rumah warga terdampak," tuturnya.

"Kepada masyarakat Pandeglang, kami imbau untuk tetap waspada dan menghindari lokasi-lokasi yang berpotensi terjadinya bencana saat hujan tiba," sambungnya.

Baca Juga: Pengamat Kesehatan Ungkap Super Flu Picu Gejala Lebih Berat dan Penyebaran Lebih Cepat

Terpisah, Kepala Desa Idaman, Kecamatan Patia, Ilman mengaku, kondisi banjir saat ini di desanya masih merendam beberapa kampung. Namun, air bah muali surut yang tadinya ketinggian air sekitar 1 meter, kini diperkirakan surut sekitar 40 senti meret.

"Mulai surut 40 senti meter, tadinya ketinggian air mencapai 80 sampai 1 meter," katanya.

Saat ditanya apakah korban banjir ada yang diungsikan. Ilman mengaku tidak ada, bahkan saat banjir terjadi lebih besar, warganya tetap bertahan di rumahnya masing-masing.

"Gak ada yang ngungsi, bahkan kemarin banjir lebih tinggi juga warga terdampak tetap bertahan di rumah," ucapnya.

Saat ditanya lagi apakah warga terdampak sudah dapat bantuan sembako dari Pemkab Pandeglang. Kades mengaku, untuk banjir kali ini belum ada.

"Banjir yang sekarang belum ada bantuan. Ada juga bantuan pas banjir yang terjadi Desember 2025 lalu," ujarnya. (fat)

Tags:
bencana banjirNana MulyanaBPBDBPBD PandeglangBantenPandeglangwarga terdampak banjirbanjir

Samsul Fatoni

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor